Ini sudah dibagi-bagi untuk wilayah barat, tengah, dan timur. Mohon dukungan dan juga arahan dari bapak ibu pimpinan dan anggota Komisi V
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pihaknya mempersiapkan sebanyak 129 Sekolah Lapang di 30 provinsi pada tahun 2027 sebagai bentuk dukungan program prioritas nasional.
"Ini sudah dibagi-bagi untuk wilayah barat, tengah, dan timur. Mohon dukungan dan juga arahan dari bapak ibu pimpinan dan anggota Komisi V," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Kamis, tentang penetapan Hasil Penyesuaian RKA K/L Tahun 2027 Mitra Kerja Komisi V DPR RI Sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran.
Sekolah Lapang adalah upaya mengedukasi publik dan meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana di Indonesia.
Dia menyebutkan ada kebutuhan sebesar Rp119 miliar untuk program kerja prioritas nasional.
Baca juga: BMKG edukasi nelayan antisipasi cuaca ekstrem lewat sekolah lapang
Teuku Faisal mengatakan pada 2027 kebutuhan BMKG sebesar Rp4,6 triliun. Untuk pagu indikatif Rp2,16 triliun. Kemudian pagu anggaran SBPA adalah Rp2,522 triliun sehingga ada backlog sebesar Rp2,1 triliun.
Terkait belanja modal, lanjut dia, ada kebutuhan untuk pembangunan gedung layanan Balai Besar MKG Wilayah 1 di Medan.
"Untuk deputi bidang meteorologi yang paling besar, 65,9 persen untuk berbagai penguatan di radar cuaca, radar maritim, dan infrastruktur gedung. Untuk klimatologi Rp56,62 miliar," katanya.
Untuk infrastruktur gedung layanan klimatologi dan geofisika untuk 2027, lanjut dia, masih relatif kecil, 2,5 persen. Namun pada 2028, akan ada prioritas lebih untuk hal itu.
Baca juga: BMKG tingkatkan literasi cuaca nelayan lewat SLCN di Bekasi
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.