Selasa, 8 September 2026 11:57 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle diwawancarai terkait titip api di wilayah Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena, Kabupaten Jayawijaya menyebut terdapat 2.700 titik api di wilayah Papua Pegunungan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle di Wamena, Senin mengatakan pada bulan Agustus 2026 dari pantauan citra satelit tercatat terdapat 2.700 titik api di wilayah Papua Pegunungan.
“Pada bulan Agustus 2026 itu terpantau citra satelit kami itu 2.700 titik api di wilayah Papua Pegunungan. Akan tetapi terjadinya hujan dua hari pada 30-31 Agustus 2026 titik api itu menjadi nol atau tidak ada,” katanya.
Menurut Ricky, titik api di wilayah Papua Pegunungan terbanyak terdapat di tiga daerah yakni Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan Tolikara.
“Di wilayah Papua Pegunungan yang terbanyak terpantau titik api berada di Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan Tolikara,” ujarnya.
Dia menjelaskan, titik api itu terpantau dari satelit karena adanya aktifitas panas di permukaan bumi tepatnya atau fokusnya di wilayah Papua Pegunungan.
“Satelit kami memantau adanya titik api di wilayah Papua Pegunungan pada musim kemarau saat ini. Biasanya titik api itu terjadi karena adanya aktivitas oleh masyarakat dalam membakar kawasan hutan dan lahan atau karhutla,” katanya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Papua Pegunungan mulai dari Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Yalimo dan Pegunungan Bintang supaya tidak membakar karhutla di musim kemarau saat ini.
“Kami dari BMKG mengimbau supaya masyarakat dapat menjaga karhutla di musim kemarau dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran apapun saat ini karena dampaknya bisa meluas,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026