BMKG imbau warga Bengkulu gunakan masker terutama pagi hari - ANTARA News Bengkulu

calendar_today 04.09.2026 - person  - timer ~

Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari, ketika kualitas udara di Bengkulu menurun.

"Lebih baik menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata Kepala BMKG Bengkulu Luhur Tri Uji Prayitno di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan pemantauan BMKG menunjukkan kualitas udara di Kota Bengkulu dapat mencapai kategori sangat tidak sehat pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kondisi tersebut diketahui melalui parameter PM2,5 yang dipantau menggunakan peralatan BMKG.

Baca juga: BMKG Bengkulu: Angin kering Australia tingkatkan potensi karhutla

Ia menjelaskan kualitas udara kemudian baru berangsur membaik mulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari.

Menurut dia, perubahan kualitas udara tersebut berkaitan dengan kondisi dan pergerakan angin pada waktu tertentu.

Dia mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan untuk memperhatikan kondisi kualitas udara sehingga dapat menentukan langkah perlindungan yang diperlukan.

Dia menjelaskan jika masyarakat menghirup udara yang tidak sehat selama beberapa hari, kondisi tersebut bisa saja mengganggu pernapasan dan berpengaruh terhadap kesehatan.

Baca juga: Kualitas udara Bengkulu memburuk pagi hari akibat karhutla

Oleh karena itu, kata dia, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada waktu kualitas udara memburuk menjadi salah satu langkah yang disarankan BMKG untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat.

"Kalau (terkait dampaknya pada kesehatan serta langkah-langkah keamanan bagi kesehatan) bisa bertanya langsung dengan Dinas Kesehatan tentang hal ini, namun jika beberapa hari kita menghirup udara yang tidak sehat kan akan mengganggu pernapasan dan akhirnya ada kesehatan yang terganggu," ujarnya.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.