Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau mendeteksi 4.028 titik panas di Pulau Sumatera dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 2.994 titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 16.00 WIB, Selasa (15/9) sore.
Selain Sumatera Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi juga terpantau di Jambi (319), Bangka Belitung (354), Lampung (269), Riau (40), serta Bengkulu (32).
"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatera Barat (13), Sumatera Utara (2), serta Kepulauan Riau (5)," katanya.
Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 24 titik. Berikutnya, Kabupaten Indragiri Hilir (7), Kuantan Singingi (4), Pelalawan (3), serta Kota Dumai dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.
Baca juga: BMKG deteksi 1.299 titik panas di Kalsel pada Rabu
Baca juga: BMKG deteksi 1.079 titik panas di Kalimantan Selatan pada Kamis (27/8/2026) hari ini
Baca juga: Sarolangun jadi wilayah dengan titik panas terbanyak di Jambi
Kondisi titik panas tersebut juga disertai dengan jarak pandang yang terbatas di sejumlah wilayah Riau akibat asap. Hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat masing-masing tercatat sekitar tiga kilometer saja.
"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer," jelasnya.
BMKG juga mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Provinsi Riau merupakan kiriman dari dampak kebakaran hutan dan lahan di selatan Sumatera. Fenomena tersebut terjadi akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.
“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono.
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.