BMKG Bengkulu: Angin kering Australia tingkatkan potensi karhutla - ANTARA News Bengkulu

calendar_today 04.09.2026 - person  - timer ~

Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring pola angin dari timur hingga tenggara yang membawa massa udara kering dari Australia.

"Kalau kita melihat dari citra, kita lihat bahwa angin masih berembus dari timur sampai tenggara, jadi artinya masih membawa uap kering dari Australia, menandakan kita masih di musim kemarau," kata Kepala BMKG Bengkulu Luhur Tri Uji Prayitno di Bengkulu, Jumat.

Luhur mengatakan pola angin yang membawa uap udara kering dari Australia menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena meningkatkan potensi wilayah-wilayah Bengkulu mudah terbakar pada musim kemarau ini.

"Nah kalau kisaran angin yang dibawa memang cukup kering dari Australia, sehingga itu menimbulkan banyak massa udara kering yang terbawa dari Australia. Nah ini kita harus waspadai, harus waspada, karena dapat memicu api begitu ya, karena uap keringnya," kata dia.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan soal kewaspadaan terhadap potensi karhutla perlu dilakukan, terutama pada wilayah yang berdasarkan pemantauan memiliki kemudahan terbakar tinggi.

Menurut Luhur masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas pembakaran apalagi di wilayah-wilayah yang berada dalam kondisi mudah terbakar.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi musim hujan di Provinsi Bengkulu baru akan mulai pada dasarian III Oktober 2026.

Luhur mengatakan kondisi El Nino membuat awal musim hujan di Bengkulu berpotensi mengalami kemunduran sekitar tiga dasarian dibandingkan pola musim dalam kondisi normal.

Menurut dia berdasarkan data periode 1991-2010, musim hujan di Bengkulu secara normal mulai terjadi pada akhir September. Namun, fenomena El Nino yang masih kuat menyebabkan masa kemarau berlangsung lebih panjang sehingga awal musim hujan ikut bergeser.

Kemunduran awal musim hujan tersebut, menurut Luhur perlu menjadi pertimbangan masyarakat agar bersiap menghadapi periode kemarau yang berlangsung lebih panjang dari kondisi normal, termasuk tentang potensi karhutla.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.