Bl NTT: Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2026 tetap terjaga

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Bl NTT: Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2026 tetap terjaga

Kamis, 13 Agustus 2026 03:57 WIB

Image Print

Ilustrasi - Suasana pengunjung menikmati kuliner di Saboak Taman Nostalgia, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/8/2026).  (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juli 2026 tetap optimis sebesar 118,00 yang mencerminkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi masih terjaga.

“Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 kepada 100 responden di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang, mengindikasikan keyakinan konsumen tetap terjaga pada level optimis (indeks di atas 100),” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso di Kupang, Rabu.

Ia menjelaskan hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Nusa Tenggara Timur Juli 2026 yang tercatat sebesar 118,00, tetap kuat meski tidak setinggi IKK Juni 2026 yang tercatat sebesar 124,33.

Perkembangan tersebut sejalan dengan keyakinan konsumen pada skala nasional, dengan IKK Nasional Juli 2026 tetap kuat sebesar 116,8, meski tidak setinggi bulan sebelumnya yang sebesar 117,8.

Dia mengatakan Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) Juli 2026 tercatat sebesar 111,00, termoderasi dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 117,33.

“Moderasi IKE utamanya didorong oleh mayoritas komponen pembentuknya, yaitu persepsi terhadap penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja, di tengah perbaikan pada komponen konsumsi durable goods,” katanya.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2026 untuk enam bulan yang akan datang tetap optimis sebesar 125,00 meski mengalami moderasi dari Juni 2026 yang sebesar 131,33.

Termoderasinya indeks dipengaruhi oleh tertahannya optimisme konsumen pada seluruh komponen pembentuk IEK, yakni perkiraan kegiatan usaha, perkiraan penghasilan, serta perkiraan ketersediaan lapangan kerja ke depan.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei kondisi keuangan konsumen, mayoritas penghasilan konsumen dialokasikan untuk aktivitas konsumsi.

Berdasarkan jenis penggunaan, mayoritas penghasilan responden pada Juli 2026 digunakan untuk kebutuhan konsumsi, yaitu 60,60 persen dari total penghasilan.

Adapun 25,10 persen penghasilan konsumen dialokasikan untuk tabungan, kemudian diikuti untuk pembayaran cicilan/pinjaman yang sebesar 14,30 persen.

“Perkembangan tersebut mengindikasikan bahwa ruang konsumsi dan kemampuan menabung rumah tangga tetap terjaga, dengan beban pembayaran cicilan yang relatif lebih rendah,” kata Adidoyo.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.