Bima jadi episentrum kekeringan ekstrem di NTB

calendar_today 22.09.2026 - person  - timer ~

Mataram (ANTARA) - Kabupaten Bima menjadi wilayah dengan kekeringan ekstrem paling parah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) mencapai 125 hari atau lebih dari empat bulan.

Prakirawan Stasiun Klimatogi NTB Cakra Mahasurya Atmojo Pamungkas mengatakan HTH terpanjang di Kabupaten Bima terletak di Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo.

"Kami harap masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi krisis air bersih," ujarnya di Mataram, Selasa.

Fenomena HTH lebih dari empat bulan tersebut membuat Kabupaten Bima saat ini menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang serius.

Cakra menjelaskan kondisi kering itu terjadi lantaran curah hujan di wilayah NTB berada dalam kategori rendah, yakni 0 sampai 50 milimeter per dasarian.

Pada 11-20 September atau Dasarian II September 2026, BMKG mencatat curah hujan tertinggi hanya sebanyak 9 milimeter per dasarian di Pos Hujan Suwela, Kabupaten Lombok Timur.

"Sifat hujan di wilayah NTB dalam periode tersebut didominasi bawah normal dan hanya sebagian kecil wilayah yang memiliki sifat hujan kategori atas normal," kata Cakra.

Berdasarkan prakiraan BMKG, peluang hujan turun di sebagian besar wilayah NTB masih tergolong rendah di bawah 10 persen pada Dasarian III September atau 21-30 September 2026.

Kondisi atmosfer saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino sangat kuat. Hasil pemantauan menunjukkan Indeks Nino3.4 berada pada angka +2,6 derajat Celcius dan diprediksi bertahan hingga awal 2027.

Baca juga: BPBD memasok 3,4 juta liter air buat warga terdampak kekeringan

Daerah berstatus awas kekeringan meteorologis di NTB adalah Kecamatan Labuapi dan Lembar di Kabupaten Lombok Barat, kemudian Kecamatan Jerowaru, Labuhan Haji, Pringgasela, Sakra Barat, Sembalun, Sukamulia di Kabupaten Lombok Timur, lalu Kecamatan Gangga, Kayangan, Pemenang, Tanjung di Kabupaten Lombok Utara.

Selain itu Kecamatan Jereweh, Poto Tano, Taliwang di Kabupaten Sumbawa Barat, lalu Kecamatan Batulanteh, Labuhan Badas, Lape, Moyo Utara, Moyohilir, Moyohulu, Rhee, Sumbawa, Unter Iwes di Kabupaten Sumbawa, serta Kecamatan Dompu, Kilo, Manggalewa, Pajo, Woja di Kabupaten Dompu.

Baca juga: Lombok Tengah memperkuat koordinasi antisipasi kekeringan lahan pertanian

Selanjutnya daerah yang juga berstatus Awas kekeringan meteorologis di Kabupaten Bima adalah Kecamatan Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Lambu, Palibelo, Sape, dan Soromandi, sedangkan daerah Kota Bima yang mengalami kekeringan meteorologis level Awas adalah Kecamatan Raba.

"Seluruh wilayah NTB saat ini masuk musim kemarau yang diperkuat oleh El Nino. Waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," ucap Cakra.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026