Kamis, 24 September 2026 - 21:56 WIB
VIVA – Menurunkan berat badan mungkin menjadi tantangan tersendiri, tetapi menjaga hasil diet agar tidak kembali naik justru membutuhkan komitmen jangka panjang. Setelah mencapai angka yang diinginkan di timbangan, seseorang perlu membangun kebiasaan sehat yang bisa dijalani secara konsisten, bukan kembali ke pola hidup sebelumnya.
Baca Juga
Berat badan yang kembali meningkat bukan berarti usaha diet telah gagal. Perubahan berat tubuh dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, metabolisme, hingga kondisi kesehatan. Karena itu, menjaga berat badan ideal bukan sekadar membatasi asupan makanan, melainkan memahami kebutuhan tubuh dan menyesuaikan gaya hidup secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Baca Juga
Setelah berat badan turun, hindari kembali ke kebiasaan makan yang sebelumnya ingin diubah. Namun, menjaga berat badan juga bukan berarti harus terus memangkas porsi makan secara berlebihan.
Pilih pola makan yang realistis untuk dijalani sehari-hari, dengan asupan protein, sayur, buah, karbohidrat, dan lemak sehat yang sesuai kebutuhan tubuh. Pola makan yang terlalu ketat justru dapat menyulitkan seseorang memenuhi kebutuhan nutrisi dalam jangka panjang.
Baca Juga
Pendekatan menyeluruh dalam pengelolaan berat badan menjadi salah satu hal penting yang perlu ditekankan bagi kamu yang sedang diet.
“Dalam menjalani program weight management, penting untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh dengan memperhatikan berat badan, BMI, lingkar pinggang, serta komposisi tubuh di mana persentase massa lemak tubuh sebaiknya tidak melebihi 25% pada laki-laki dan 30% pada perempuan,” jelas Karina Marcella Widjaja, dokter spesialis gizi sekaligus mitra dokter Halodoc dalam momen satu tahun Halofit pada Kamis, 24 September 2026.
“Selain itu, penting untuk menetapkan target yang realistis, membangun pola makan seimbang, serta menjaga aktivitas fisik dan tidur yang cukup. Perlu diingat bahwa kenaikan kembali berat badan dapat terjadi dan bukan berarti seseorang gagal. Bila diperlukan, jangan ragu mencari pendampingan tenaga medis khususnya dokter spesialis gizi untuk mendapatkan pendekatan yang sesuai,” jelasnya lagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Olahraga tidak harus selalu berupa latihan berat di pusat kebugaran. Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik lain yang disukai bisa menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap aktif.
Halaman Selanjutnya
Aktivitas fisik rutin sekitar 150 menit per minggu juga penting untuk dilakukan. Jika berat badan mulai sulit dipertahankan atau aktivitas fisik masih terbatas, peningkatan durasi dapat dipertimbangkan secara bertahap sesuai kondisi tubuh.