Jumat, 31 Juli 2026 - 15:00 WIB
Parapat, VIVA – Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan BI tidak hanya berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tanpa memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Mendorong pertumbuhan ekonomi dilakukan seiring dengan upaya stabilitasi yang dilakukan.
Baca Juga
Dia mengatakan, hal tersebut tercermin dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan juga mendukung pertumbuhan ekonomi di samping menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Terkait pertumbuhan (Ekonomi), apakah BI tidak konsen salah itu. Kami tetap konsen," tegas Destry saat berdiskusi dengan media secara daring di Parapat, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga
Menurut dia, BI pun menggunakan instrumen kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara kebijakan moneter diarahkan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.
Lebih lanjut, BI juga terus mendorong perbankan meningkatkan fungsi intermediasi agar penyaluran kredit ke sektor riil terus tumbuh. Termasuk juga penyaluran kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga
"Kami menggunakan instrumen makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan agar pembiayaan ke sektor riil tetap berjalan," ujarnya.
Destry menambahkan, BI telah menyiapkan berbagai kebijakan makroprudensial guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga dan penyaluran kredit kepada dunia usaha dapat terus meningkat. Langkah tersebut dilakukan agar perbankan lebih banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dibandingkan menempatkan dana pada surat berharga.
"Kami ingin perbankan kembali pada fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi yang menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil. Itu menjadi salah satu fokus kebijakan BI," kata Destry.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Destry pun menegaskan Bank Indonesia akan mengoptimalkan seluruh instrumen dan bauran kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Dari sisi makroprudensial, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya ingin menekankan bahwa kami tetap fokus menjaga stabilitas melalui optimalisasi berbagai instrumen dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi dan pertumbuhan ekonomi," tutupnya.
VIVA.co.id
31 Juli 2026