Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar mengenai penemuan jenazah di lokasi yang dikaitkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil penelusuran mendalam dan koordinasi bersama Koordinator Wilayah (korwil) setempat, Juru Bicara BGN Tysa Novenny memastikan bangunan tersebut bukanlah gedung SPPG serta tidak memiliki ID SPPG resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kami lakukan penelusuran di lapangan, termasuk koordinasi dengan korwil setempat, diketahui bahwa itu adalah gedung yang hanya mirip dengan gedung SPPG," ujar Tysa dalam unggahan di akun Instagram resmi BGN @badangizinasional.ri, Sabtu (10/10).
Menurut dia, di lokasi tersebut tidak pernah ada kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan program SPPG.
Selain itu, bangunan itu disebut bukan merupakan bagian dari gedung yang terdampak moratorium dan tidak ada mitra kerja yang mengklaim kepemilikan atas gedung tersebut.
Dengan demikian, Tysa menyebut bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan BGN.
"Artinya apa? Artinya gedung yang diduga mirip dengan gedung SPPG itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan Badan Gizi Nasional, tetapi tentu saja kami juga mengucapkan turut berdukacita atas peristiwa tragis yang terjadi, yaitu penemuan jenazah tersebut," ujarnya.
Sesosok mayat pria ditemukan dalam kondisi tangan kiri terborgol di teralis jendela bangunan kosong di Kendal pada Selasa (6/10).
"Memang benar tadi pagi (kemarin) ada penemuan mayat di dalam rumah kosong di jalan lingkar Kaliwungu Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong. Anggota Polsek Brangsong menerima informasi tersebut sekitar pukul 06.00 WIB," kata Plt Kasie Humas Polres Kendal Iptu Deni Herawan, Selasa (6/10), dikutip dari detikjateng.
Menurut salah seorang warga setempat bernama Eko Mulyanto, mayat ini ditemukan lantaran warga mencium bau busuk yang menyengat sekitar pukul 04.00 WIB. Saat dicari, bau itu berasal dari rumah kosong yang berada di pinggir jalan raya.
Mayat itu ditemukan berada di lantai dua dan tergeletak di dekat jendela. Tangan kiri mayat itu terangkat karena diborgol dan tertaut dengan teralis jendela.
Hasil dari identifikasi yang dilakukan petugas gabungan, Inafis Polda Jawa Tengah dengan Inafis Polres Kendal, mayat tersebut ternyata seorang laki-laki 29 tahun bernama Donna Nuzulul Aditya warga kampung Karangsari, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.
[Gambas:Video CNN]
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan medis secara mendalam dengan autopsi, diketahui penyebab kematian korban karena pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala.
Berdasarkan pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal dunia sejak 5 hingga 10 hari yang lalu.
"Dari hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat adanya bekas luka yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala," ujarnya.
(dhz/bac)