Medan (ANTARA) - Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke 31, PSMS Medan harus menyerah 1-2 dari tuan rumah PSPS Pekanbaru pada laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.
Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Riau, Minggu, PSMS harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31 menyusul dikeluarkannya Rizdjar Nurviat karena kartu merah.
Gol tuan rumah PSPS Pekanbaru dicetak Dimas Wicaksono Putra pada menit ke 48 dan Hamzah Depa menit ke 82, sementara gol balasan PSMS dicetak Javier Siverio menit ke 59.
Meski kalah, Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto tetap memberikan apresiasi kepada anak anak asuhnya yang telah berjuang dengan keras meladeni permainan tuan rumah PSPS Pekanbaru meski akhirnya menyerah dari tuan rumah.
Baca juga: Championship 2026/2027 bergulir 11 September, dibuka PSIS Lawan PSPS
“Pertama, apresiasi buat PSPS Pekanbaru yang menang dengan skor 2-1. Kami kesulitan di babak pertama karena sekitar menit ke-30 sudah bermain dengan 10 pemain. Kami berusaha mempertahankan hasil seri, tetapi yang terjadi justru kalah 2-1,” katanya.
Ia menyoroti gol penentu yang tercipta dari situasi bola mati dan bertekad memperbaiki kekurangan tim sebelum menghadapi Semen Padang pada pertandingan berikutnya.
Eko juga mengakui kartu merah membuat rencana permainan PSMS berubah.
“Kami sebenarnya sudah bisa mengantisipasi permainan di babak pertama sebelum kartu merah terjadi. Namun, apa boleh buat, kami mendapatkan situasi yang tidak diinginkan dan harus bermain dengan 10 pemain,” ujarnya.
Menurut dia, para pemain tetap berjuang sampai menit terakhir, tetapi tim harus belajar dari kekalahan tersebut agar tidak kembali kehilangan poin. Bagi PSMS, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah menjelang pertemuan dengan Semen Padang, Sabtu 17 Oktober mendatang.
Baca juga: PSMS incar kemenangan keempat di kandang PSPS
Striker PSMS, Javier Siverio, juga menganggap pertandingan berjalan sulit setelah timnya kehilangan satu pemain terlalu dini.
“Kami tidak memainkan pertandingan yang buruk, tetapi memang sangat sulit ketika harus bermain dengan 10 pemain terlalu awal. Kami bermain bagus di babak kedua, mencetak gol penyeimbang, lalu ketika berupaya mencetak gol kedua, kami mendapatkan serangan balik dan kecolongan,” ujar Siverio.
Striker asal Spanyol itu menilai PSMS tidak kalah dalam kualitas permainan, tetapi mengakui timnya perlu memperbaiki kesalahan yang berulang.
“Kami sudah memainkan tiga pertandingan tandang dan mendapatkan tiga kartu merah. Situasi ini sangat sulit untuk mencapai hasil yang kami harapkan. Kami harus memperbaiki kesalahan ini, dan saya rasa ke depannya akan menjadi lebih baik,” ucapnya.
Hasil tersebut membuat PSPS Pekanbaru mengambil alih puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi 11 poin, sedangkan PSMS Medan turun ke posisi kedua dengan 10 poin.
Baca juga: PSMS Medan bungkam Persiku Kudus 6-0
Pewarta: Juraidi
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.