Jakarta -
Keracunan makanan tengah menjadi sorotan usai viral kasus di restoran 88 SEOUL Bandung. Berikut penyebab hingga pertolongan pertama pada keracunan makanan.
Kasus keracunan makanan marak ditemui di Indonesia dengan berbagai penyebab. Terbaru, ada kasus keracunan makanan yang disebabkan oleh hidangan di restoran Korea di Bandung, Jawa Barat.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak restoran 88 SEOUL dari pihak Dinas Kesehatan Kota Bandung, terdapat 24 laporan yang telah terverifikasi. Sampai saat ini proses penelusuran juga masih berlangsung sejak kemarin (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini diketahui pertama kali lewat unggahan seorang netizen Threads. Ia mengungkap kronologi keracunan makanan yang dialaminya. Netizen itu mengalami demam hingga diare sebannyak 15 kali.
Salah satu penyebab keracunan makanan yang banyak dialami biasanya karena makanan yang disajikan sudah tidak segar lagi. Beberapa faktor lainnya karena kontaminasi silang yang terjadi, dan lainnya.
Keracunan makanan dapat disebabkan oleh banyak faktor. Menurut Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH), kontaminasi makanan dengan mikroba, seperti virus, bakteri, dan parasit, merupakan penyebab sebagian besar keracunan makanan.
Beberapa mikroba berbahaya mungkin sudah ada dalam makanan ketika membelinya. Makanan yang mungkin mengandung mikroba termasuk jenis produk segar, daging mentah, daging kurang matang, produk susu, ikan, kerang, daging olahan, makanan yang tidak disegel, dan lainnya.
Mikroba juga dapat menyebar dari makanan mentah ke tangan, peralatan dapur, dan lainnya. Mikroba yang dapat menyebabkan keracunan itu adalah norovirus, hepatitis A, salmonella, E. coli, Toxoplasma, dan lainnya.
Dilansir dari Instagram @dokter.edukasi (6/10/2026), penanganan pertama yang harus dilakukan ketika mengalami keracunan adalah minum air putih yang banyak, bisa juga oralit. Cara ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi.
Penanganan lainnya adalah mengonsumsi makanan ringan. Saat mengalami keracunan hindari makanan berat, pilih makanan yang mudah dicerna, seperti nasi, pisang, atau biskuit.
Istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan juga patut dilakukan. Bantu tubuh pulih lebih cepat dengan mengistirahatkan tubuh, yaitu tidur.
Makanan berat yang patut dihindari adalah makanan pedas, berlemak, dan minuman yang mengandung kafein. Makanan dan minuman tersebut patut dihindari sampai gejala keracunan dirasa membaik.
Namun, jika tubuh masih merasakan gejala keracunan terus-menerus, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(yms/adr)