BERGUNA mendorong warga Ngada bangkit pulihkan ekonomi pascagempa Flores

calendar_today 29.08.2026 - person  - timer ~

BERGUNA mendorong warga Ngada bangkit pulihkan ekonomi pascagempa Flores

Sabtu, 29 Agustus 2026 17:21 WIB

Image Print

Fatima Ndoang menenun kain di tenda pengungsian mandiri di Dusun Nangawaru, Desa Sambinasi Barat, Kabupaten Ngada, NTT, Jumat (28/8/2026). ANTARA/HO-Perkumpulan BERGUNA

Kupang, NTT (ANTARA) - Perkumpulan BERGUNA mendorong warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk kembali produktif dan memulihkan perekonomian keluarga melalui penguatan mata pencaharian.

Ketua Perkumpulan BERGUNA Rofinus Monteiro dalam keterangannya diterima di Kupang, Sabtu, mengatakan pemulihan pascagempa tidak cukup hanya mengandalkan bantuan, tetapi perlu disertai semangat untuk kembali bekerja dan membangun kemandirian keluarga.

"Gempa sudah berangsur reda. Hidup kita harus terus berjalan. Ekonomi keluarga harus tetap berputar. Kita harus bisa mandiri," tegas Rofinus.

Ia mengatakan, BERGUNA bersama pemerintah dan lembaga lain turut memberikan bantuan sesuai porsi masing-masing, namun keluarga tetap memiliki tanggung jawab utama untuk memulihkan kehidupan dan mata pencahariannya.

"Jangan tunggu semuanya dipulihkan orang. Mulai dari tenun ibu, mulai dari jaring Pak Jefry. Itu langkah awal kita bangkit," katanya.

Dorongan tersebut disampaikan saat Tim BERGUNA mendatangi keluarga Fatima Ndoang dan Jefry Wanga di Dusun Nangawaru, Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, pada Jumat (29/8).

Rumah pasangan tersebut mengalami kerusakan sekitar 60 persen akibat gempa. Mereka kini tinggal di tenda darurat bersama warga lain di lokasi pengungsian mandiri.

Meski berada dalam kondisi tersebut, Fatima tetap menenun menggunakan alat tenun yang dibawa dari rumah. Aktivitas itu dilakukan untuk menjaga agar perekonomian keluarganya tetap berjalan.

"Saya tidak tahu kapan hasilnya akan dibeli. Tapi saya harus tetap kerja. Ekonomi keluarga harus jalan," ujar Fatima.

Sementara itu, Jefry yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan belum melaut selama lebih dari sepekan.

Pada kesempatan itu, Tim BERGUNA juga memberikan edukasi kepada keluarga tersebut mengenai respons yang tepat dalam menghadapi gempa sekaligus mendorong mereka untuk tidak menyerah dalam memulihkan kehidupan setelah bencana.

Saat gempa terjadi, ia meninggalkan pukat yang menjadi alat utama mata pencahariannya karena mengungsi akibat kekhawatiran terhadap tsunami.

Gempa yang mengguncang Flores berdampak pada rumah warga dan aktivitas mata pencaharian di sejumlah wilayah, sehingga pemulihan ekonomi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat terdampak.

Adapun Perkumpulan BERGUNA adalah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pelestarian lingkungan, dan dukungan masyarakat melalui pendidikan nilai, ekonomi kerakyatan, dan kegiatan berbasis komunitas hingga pada respon bencana, keselamatan laut, dan penguatan ketangguhan masyarakat pesisir.

Lebih lanjut, BNPB mencatat hingga Selasa (25/8) jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA, bertambah menjadi 103 jiwa. Sementara korban luka-luka, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.