Berburu Jamur Liar di Taman Nasional, 11 Orang Masuk RS Keracunan

calendar_today 30.07.2026 - person  - timer ~

CNN Indonesia

Kamis, 30 Jul 2026 20:00 WIB

ilustrasi jamur
Ilustrasi jamur liar. (Getty Images/AscentXmedia)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kegiatan berburu jamur liar di luar kawasan Taman Nasional Yellowstone berujung petaka. Sebanyak 11 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami keracunan usai mengonsumsi jamur yang mereka petik sendiri di Montana, Amerika Serikat (AS).

Petugas medis darurat bergegas menuju sebuah rumah pribadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan taman nasional tersebut pada malam hari, 27 Juli lalu. Di lokasi, para korban menunjukkan gejala keracunan parah setelah menyantap jamur hasil buruan mereka.

Juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Montana (DPHHS), Jon Ebelt, mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang terdiri dari 10 orang dewasa dan satu anak di bawah umur masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tujuh di antaranya berada dalam kondisi serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prinsip utamanya: perlakukan jamur liar sebagaimana Anda memperlakukan daging ayam yang berisiko jika tidak diolah atau dikenali dengan benar," tegas Ebelt.
Meskipun beberapa pasien membutuhkan perawatan intensif tingkat tinggi, tim medis memperkirakan seluruh korban dapat pulih secara bertahap.

Pilihan Redaksi

  • Gua Baru Sepanjang 3 Km Ditemukan di Vietnam, Penuh 'Mutiara' Langka
  • Ditolak Israel, UNESCO Tetap Jadikan 6 Situs Ini sebagai Warisan Dunia
  • Pendaki Nekat Bawa Sapi Hidup ke Gunung Rinjani Panen Kritik Netizen

Mengutip data dari organisasi edukasi nirlaba Northwest Mushroomers Association, tercatat sekitar 7.400 kasus keracunan jamur terjadi setiap tahunnya di AS, dengan rata-rata tiga kasus berujung kematian.

Para ahli mikologi memperingatkan bahwa keracunan jamur liar bahkan dapat menimpa pencari jamur yang sudah berpengalaman sekalipun. Hal ini terjadi karena banyak spesies jamur beracun yang memiliki bentuk, warna, dan tampilan sangat mirip dengan jenis yang aman dikonsumsi.

"Meskipun hanya ada beberapa jenis jamur yang berpotensi mematikan, ada banyak sekali jenis yang dapat menyebabkan sakit parah atau sekadar rasanya yang tidak enak. Warga seharusnya hanya mengonsumsi jenis jamur konsumsi yang sudah terbukti aman dan dikenal luas," jelas perwakilan ahli dari Western Montana Mycology, seperti dilansir Outside.

Para pakar menegaskan tidak ada cara sederhana atau tes cepat di lapangan untuk menentukan apakah suatu jamur liar aman untuk dimakan atau tidak.

Bagi warga atau wisatawan yang tertarik melakukan aktivitas foraging (berburu bahan pangan liar), sangat disarankan untuk hanya mengonsumsi jamur yang telah diidentifikasi secara pasti oleh ahli mikologi. Jika ragu dengan jenisnya, biarkan jamur tersebut tetap tumbuh di tanah.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]