Berantas sindikat Love Scam, jajaran Imigrasi Sumut terima penghargaan dari Konjen Jepang - ANTARA News Sumatera Utara

calendar_today 22.07.2026 - person  - timer ~

Medan (ANTARA) - Komitmen jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara dalam memberantas kejahatan lintas negara membuahkan apresiasi internasional.

Kepala Kanwil Imigrasi Sumut, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., menerima kunjungan kehormatan sekaligus penghargaan resmi (Letter of Appreciation) dari Konsul Jenderal Jepang di Medan, Mr. Furugori Toru, pada Rabu (22/7).

Penghargaan tertinggi ini diberikan atas respons cepat jajaran Imigrasi Sumut dalam membongkar jaringan penipuan daring berkedok asmara (love scam) yang menyasar warga negara Jepang di wilayah Medan.

Apresiasi tersebut merujuk pada keberhasilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan yang bergerak mengamankan dan mendeportasi tujuh warga negara asing (WNA) pada 9 Juli lalu.

Sindikat yang terdiri dari enam warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan satu warga negara Vietnam tersebut terbukti menyalahgunakan izin tinggal untuk melancarkan aksi kejahatan siber.

Langkah tegas ini dinilai sangat krusial oleh Pemerintah Jepang dalam memutus rantai kerugian materiil maupun moril yang lebih besar bagi warga negaranya di luar negeri.

Dalam pertemuan yang didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Gelora Adil Ginting, Mr. Furugori Toru selaku Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Medan menegaskan bahwa kolaborasi keimigrasian ini menjadi preseden positif dalam penegakan hukum berbasis digital modern. 

“Penghargaan ini merupakan buah dari sinergi solid internal, antarinstansi dan kerja sama internasional. Ia menegaskan, tantangan kejahatan siber lintas negara menuntut Imigrasi Sumut untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kedaulatan wilayah, serta menghadirkan penegakan hukum keimigrasian yang cepat, tepat, dan akuntabel,” pungkas Parlindungan.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.