BEI catat transaksi pasar modal Solo Raya tembus Rp26 triliun hingga Mei 2026

calendar_today 26.08.2026 - person  - timer ~

BEI catat transaksi pasar modal Solo Raya tembus Rp26 triliun hingga Mei 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 20:14 WIB

Image Print

Kepala Kantor Perwakilan BEI Solo Raya dan Madiun Raya M. Wira Adibrata di pada pertemuan dengan wartawan di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 2/Solo Raya dan Madiun Raya mencatat kinerja tren pasar modal di wilayah Solo Raya tumbuh positif dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp26 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Solo Raya dan Madiun Raya M. Wira Adibrata di pada pertemuan dengan wartawan di Klaten, Jawa Tengah, Rabu menyampaikan angka tersebut menunjukkan lonjakan rata-rata transaksi bulanan dari sebelumnya Rp3 triliun menjadi sekitar Rp5 triliun perbulan (di luar wilayah Klaten).

"Tren pertumbuhan investor maupun transaksi pasar modal di Solo Raya terus menunjukkan kenaikan yang signifikan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis," kata Wira.

Berdasarkan data BEI per Mei 2026, jumlah investor di Kota Surakarta saja tercatat sebanyak 89.000 investor pasar modal yang mencakup instrumen saham, reksa dana, dan obligasi, dengan 48.000 di antaranya merupakan investor spesifik instrumen saham.

Terkait dengan dinamika pergerakan harga saham dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Wira mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan pergerakan pasar secara spekulatif dengan satu isu politik tertentu.

"Sangat dini untuk mengambil kesimpulan bahwa respons pasar hari ini dipengaruhi oleh satu isu semata. Banyak faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saham, termasuk kebijakan ekonomi, situasi politik global maupun domestik, dan variabel lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Wira menyoroti peran dominan Generasi Z dalam mendorong lonjakan investor melalui platform digital. Namun, ia menyayangkan masih maraknya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) serta dorongan promosi influencer di media sosial tanpa dibarengi analisis fundamental dan teknikal yang memadai.

Untuk membentengi generasi muda dari spekulasi berisiko serta maraknya judi daring (online), BEI terus memperluas jaringan Galeri Investasi di lembaga pendidikan dan fasilitas publik. Saat ini, jumlah Galeri Investasi di Solo Raya telah genap mencapai 50 titik dari sebelumnya 46 lokasi.

Empat galeri baru yang telah beroperasi melalui kerja sama (MoU) meliputi RSU PKU Muhammadiyah, Universitas Sugeng Hartono, SMA Negeri 2 Sukoharjo, dan SMK Negeri 1 Sragen. BEI juga sedang memproses izin penambahan galeri di SMA Negeri 5 Surakarta dan SMK Negeri Jatiroto Wonogiri melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wira berharap media massa di Solo Raya terus berkolaborasi menyebarkan edukasi investasi yang kredibel guna menciptakan iklim pasar modal yang aman dan rasional bagi masyarakat.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.