Jumat, 31 Juli 2026 15:33 WIB
Aktivitas warga negara Papua Nugini yang berbelanja di Pasar Skouw, perbatasan RI-PNG. (ANTARA/Evarukdijati)
Jayapura (ANTARA) - Kantor Bea Cukai Jayapura meminta pengusaha yang ingin melakukan kegiatan pengiriman produk keluar negeri untuk memanfaatkan "klinik ekspor".
Humas Bea Cukai Jayapura Eston Erlangga kepada ANTARA di Jayapura, Kamis, mengatakan keberadaan "klinik ekspor" yang dibuka Kantor Bea Cukai Jayapura memang bertujuan untuk membantu para pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya dan melakukan kegiatan ekspor.
Saat ini, kata Erlangga, keberadaan "klinik ekspor" mulai dimanfaatkan oleh para pengusaha terutama yang berada di Kota Jayapura.
"Setiap Minggu, pengusaha yang mendatangi klinik ekspor sebanyak tiga orang dan rata-rata melakukan konsultasi tentang dokumen ekspor serta tata cara memakai aplikasi Bea Cukai (CEISA 4.0)," kata Erlangga.
Menurut dia, Bea Cukai Jayapura akan melakukan pendampingan terhadap para pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya dengan melakukan ekspor ke Papua Nugini. Apalagi peluang untuk ekspor ke negara yang berbatasan langsung dengan Papua itu masih terbuka luas.
Selama semester I 2026 tercatat nilai ekspor Rp 43,51 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 33,28% dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp 32,65 miliar.
Adapun komoditi yang diekspor yaitu berbagai kebutuhan rumah tangga tercatat Rp31,6 miliar ekspor suku cadang otomotif Rp6,3 miliar, mesin dan barang elektronik tercatat Rp 2,2 miliar, bahan konstruksi Rp 2 miliar, kendaraan bermotor Rp679 juta dan peti jenazah Rp 8 juta, kata Eston Erlangga yang juga menjabat Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jayapura.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026