BBWS Mesuji-Sekampung optimalkan bendungan antisipasi dampak kekeringan di Lampung

calendar_today 31.07.2026 - person  - timer ~

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mengoptimalkan pengelolaan bendungan hingga Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian akibat dampak kekeringan di Provinsi Lampung.

"Kami melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino di Provinsi Lampung," kata Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyar, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan berbagai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam mengantisipasi dampak kekeringan selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

"Sebagai langkah antisipasi yang lebih luas, BBWS Mesuji Sekampung juga telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan maupun permintaan bantuan dari masyarakat," kata dia.

Kehadiran posko tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan di berbagai wilayah. Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung melalui nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310.

"Bila memang memerlukan bantuan air kami akan segera menerjunkan tim. Bahkan Tim BBWS Mesuji Sekampung telah menyalurkan bantuan air bersih di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung," kata dia.

Ia mengatakan bantuan serupa juga telah disalurkan di sejumlah wilayah terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar di Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, serta Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

"Selain itu, BBWS Mesuji Sekampung juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Salah satunya melalui pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Nomor 2 di Bendung Gerak Jabung, Kedua pintu floodway dibuka dengan elevasi masing-masing 10 sentimeter sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik," katanya.

Kemudian, pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7.

"Langkah ini memberikan manfaat bagi sekitar 500 hektare areal persawahan," kata dia.

Ia mengatakan upaya lain yang BBWS lakukan dalam mengantisipasi dampak kekeringan yakni pengoperasian sumur-sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan.

"Di Kabupaten Pringsewu, dua sumur JIAT yang diaktifkan yakni Sumur SBE.36 dan Sumur SBP.109 yang berada di Kecamatan Pardasuka, dengan debit masing-masing 22,11 liter per detik dan 22,63 liter per detik. Kedua sumur tersebut mampu melayani kebutuhan irigasi sekitar 300 hektare lahan pertanian," kata dia

Sementara itu, lanjutnya, di Lampung Selatan, dioperasikan Sumur SBP.175 dan Sumur SBP.93 yang berada di Kecamatan Natar. Kedua sumur tersebut memiliki debit masing-masing 29 liter per detik dan 83,36 liter per detik, serta mampu melayani sekitar 400 hektare lahan pertanian.

"Dengan berbagai upaya tersebut, BBWS Mesuji Sekampung berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, produktivitas pertanian dapat terjaga, serta dampak kekeringan akibat El Nino dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal," kata dia.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran bantuan air bersih, pengelolaan bendungan, hingga optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.