Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku mengembangkan benih bawang merah varietas Tajuk di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai langkah awal membangun kawasan produksi benih hortikultura di Provinsi Maluku.
“Seluruh tahapan akan dilaksanakan sesuai prosedur sertifikasi benih, dimulai dari memastikan kemurnian varietas sebelum penanaman dilakukan,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan, penanaman akan dilakukan setelah hasil analisis sampel dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Pertanian Maluku selesai, guna memastikan kemurnian varietas dan memenuhi standar sertifikasi benih berlabel biru.
Varietas Tajuk merupakan bawang merah hasil introduksi dari Thailand melalui seleksi positif dan termasuk varietas klon. Varietas ini memiliki umur panen relatif singkat, yakni sekitar 52–59 hari setelah tanam, mampu menghasilkan 5–15 umbi per rumpun dengan potensi produksi mencapai 11–16 ton per hektare.
Selain itu, varietas Tajuk memiliki daya simpan umbi selama tiga hingga empat bulan pada suhu ruang, dapat beradaptasi pada musim kemarau maupun musim hujan, memiliki aroma tajam yang sesuai untuk bahan baku bawang goreng, serta cocok dikembangkan di dataran rendah pada ketinggian 46–95 meter di atas permukaan laut.
Dalam pengembangan tersebut, BBRMP Maluku akan menanam 50 kilogram benih bawang merah varietas Tajuk di lahan seluas 0,43 hektare dengan melibatkan Kelompok Tani Sinar Tani sebagai mitra pelaksana di lapangan.
Melalui kegiatan itu, BBRMP Maluku menargetkan menjadi produsen sekaligus penangkar benih hortikultura yang mampu menyediakan benih bawang merah bermutu bagi petani di Maluku.
“Pengembangan benih tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus memperkuat kemandirian penyediaan benih hortikultura di daerah,” ucapnya.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.