Bawaslu gandeng BSSN perkuat keamanan siber Pemilu 2029

calendar_today 09.09.2026 - person  - timer ~

Bawaslu gandeng BSSN perkuat keamanan siber Pemilu 2029

Rabu, 9 September 2026 22:16 WIB

Image Print

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (kiri) bejabat tangan dengan Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Soetedjo Joewono di Jakarta, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menilai penguatan keamanan siber menjadi bagian penting dalam menghadapi Pemilu 2029 seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan pemilu.

"Keamanan digital tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan teknis semata. Keamanan digital merupakan bagian dari tata kelola kelembagaan, bagian dari manajemen risiko, bagian dari perlindungan data dan informasi, serta bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu," kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Bagja dalam kegiatan Sinergi Bawaslu dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Memperkuat Keamanan Digital dalam Tata Kelola Pengawasan Pemilu di Kantor Bawaslu.

Bagja mengatakan perkembangan teknologi digital memungkinkan pengawasan pemilu berlangsung lebih cepat, terintegrasi, efektif, serta mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Namun, semakin luas pemanfaatan teknologi, menurut dia, semakin besar pula ruang yang harus dilindungi dari berbagai ancaman siber, mulai dari gangguan terhadap keamanan data dan layanan digital hingga serangan yang dapat berdampak terhadap kredibilitas lembaga.

"Ancaman terhadap situasi, keamanan data, gangguan terhadap layanan digital, maupun berbagai bentuk serangan siber dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar gangguan teknis," ujarnya.

Menurut Bagja, gangguan di ruang digital dapat memengaruhi keamanan informasi, keberlangsungan layanan, kredibilitas lembaga hingga kepercayaan publik terhadap proses pengawasan pemilu.

Ia mengatakan potensi serangan siber perlu diantisipasi sejak 2027 karena tahapan menuju Pemilu 2029 sudah mulai berlangsung pada tahun tersebut.

Bawaslu, lanjut dia, juga memiliki pengalaman menghadapi ancaman siber pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024 sehingga kerja sama dengan BSSN perlu terus diperkuat.

"Karena itu kerja sama Bawaslu dan BSSN menjadi penting untuk mewujudkan tujuan Bawaslu tahun 2025-2029, yaitu pengawasan pemilu yang aksesibel, transparan, dan kredibel melalui kemanfaatan teknologi informasi yang seiring dengan penguatan keamanan siber," katanya.

Bagja menekankan pendekatan pencegahan harus menjadi prinsip utama dalam pengamanan digital dengan mengidentifikasi potensi kerawanan sedini mungkin dan menyiapkan mitigasi sebelum ancaman berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Menurut dia, penguatan keamanan siber perlu dilakukan secara menyeluruh, antara lain melalui penguatan tata kelola keamanan siber, pemantauan keamanan dan deteksi dini, peningkatan kompetensi teknis pegawai, serta kesadaran keamanan digital di seluruh jajaran Bawaslu.

Bawaslu dan BSSN dalam kegiatan tersebut juga menandatangani nota kesepahaman tentang sinergi penyelenggaraan tugas dan fungsi di bidang pengawasan serta keamanan siber dan sandi dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.