Batang menerapkan skema belanja APBD secara proporsional tekan silpa

calendar_today 21.07.2026 - person  - timer ~

Batang menerapkan skema belanja APBD secara proporsional tekan silpa

Selasa, 21 Juli 2026 10:33 WIB

Image Print

Bupati Batang Faiz Kurniawan. ANTARA/Kutnadi

Batang, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menerapkan skema mekanisme pembelanjaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara proporsional menjelang tahun anggaran 2027 untuk menekan tingginya sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Selasa, mengatakan bahwa ketimpangan jadwal pelaksanaan kegiatan selama ini menjadi pokok masalah rendahnya serapan anggaran pada awal tahun.

"Kebijakan ini diambil untuk memutus kebiasaan lama yang kerap menyebabkan penumpukan eksekusi proyek fisik pada periode Oktober hingga Desember yang pada akhirnya memicu tingginya sisa lebih perhitungan anggaran," katanya,

Menurut dia, pihaknya memastikan alokasi proyek akan disebar secara proporsional sejak triwulan pertama hingga triwulan keempat.

"Kami mulai membagi proyek dari kuartal pertama, kuartal kedua, kuartal ketiga, hingga kuartal keempat dan tidak boleh lagi menumpuk di belakang," katanya.

Selain mengatur ritme pelaksanaan, ia mengatakan pemerintah daerah juga akan menggenjot sistem lelang dini.

Ia menilai langkah antisipasi tersebut krusial untuk menghindari potensi keterlambatan proyek yang sering merugikan masyarakat akibat faktor teknis maupun nonteknis di akhir tahun.

"Perubahan skema ini tidak hanya bertujuan menyehatkan fiskal daerah. Dengan dimulainya realisasi proyek sejak Januari, maka kami optimistis efek berganda terhadap perekonomian lokal dapat terasa lebih awal," katanya.

Aliran dana ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyedia bahan bangunan serta jasa transportasi diprediksi tidak terkonsentrasi pada momen tertentu, sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi pelaku usaha dan tenaga kerja harian sepanjang tahun.

Ia mengatakan pola baru ini juga menjadi strategi mitigasi terhadap kendala cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah pesisir utara Jawa pada akhir tahun.

Dengan menghindari konsentrasi pekerjaan di musim penghujan, kata dia, maka kualitas infrastruktur diharapkan lebih terjaga dan risiko kegagalan konstruksi dapat diminimalisasi.

"Kami berharap perangkat daerah dapat mematangkan persiapan administrasi dan teknis sejak sekarang. Targetnya, pada Desember 2026 proses lelang dini untuk paket-paket pekerjaan tahun 2027 sudah dapat dilaksanakan agar pada akhir tahun tidak ada lagi silpa yang terlalu besar," katanya.

Baca juga: DPRD Batang dorong Pemkab bentuk parkir insidentil dan digitalisasi

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.