Bappenas: Tak ada intervensi seragam untuk atasi dampak El Nino - ANTARA News Gorontalo

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Nizhar Marizi menyatakan tidak ada intervensi seragam untuk mengatasi dampak el-nino di setiap pulau besar.

“Dengan berbeda-bedanya karakteristik (potensi dampak el-nino) di setiap wilayah ini, tidak ada satu intervensi yang bisa menjawab dan juga diterapkan di seluruh wilayah secara seragam,” ungkapnya dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.

Dia menerangkan bahwa Pulau Sumatera dan Kalimantan berpotensi terdampak, terutama melalui peningkatan risiko kebakaran lahan, penurunan ketersediaan air dan produksi pertanian, serta peningkatan risiko kesehatan.

Selanjutnya ialah Pulau Jawa yang berpotensi terdampak el-nino kuat, khususnya melalui penurunan ketersediaan air dan produksi pertanian, peningkatan risiko kebakaran lahan dan gangguan kesehatan, serta penurunan produktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Air/Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTA/PLTM), dengan peluang peningkatan produktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan produksi garam.

Adapun Kepulauan Bali-Nusa Tenggara berpotensi terdampak melalui penurunan ketersediaan air dan produksi pertanian, dengan peluang peningkatan produktivitas PLTS dan rumput laut.

Kemudian, Pulau Sulawesi berpeluang terdampak melalui penurunan ketersediaan air dan produksi pertanian, peningkatan risiko kebakaran lahan dan penyakit sensitif, serta penurunan produktivitas PLTA/PLTM dan perikanan budidaya, dengan peningkatan produktivitas perikanan tangkap maupun rumput laut.

Terakhir yaitu Pulau Maluku dan Papua yang berpotensi terdampak pada sektor kesehatan serta kelautan dan perikanan, dengan peluang peningkatan produktivitas perikanan tangkap dan rumput laut.

“Ini perlu kita lihat respons ini, respons yang disusun dalam policy brief ini juga melihat berdasarkan kombinasi antara lokasi, jenis dampak, dan juga karakteristik masing-masing sektor di setiap wilayah itu seperti apa, sehingga respons yang disusun ini lebih bersifat spasial, spesifik, sehingga tidak sama di setiap wilayah,” kata Nizhar Marizi.

Pihaknya menyampaikan bahwa el-nino kuat berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap pembangunan di berbagai sektor. Selain berdampak negatif, fenomena ini juga menghadirkan peluang yang dapat dimanfaatkan melalui pengelolaan yang tepat.

Berdasarkan karakteristik dampaknya, terdapat empat klaster utama. Pertama ialah hutan, lahan, dan pertanian yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan, penurunan produktivitas padi, kelapa sawit, serta kopi; tetapi berpeluang mengoptimalisasikan produksi palawija, horikultura, dan tebu.

Kedua adalah kluster energi dan sumber daya air, dengan potensi penurunan ketersediaan air dan produksi listrik dari PLTA/Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, namun berpeluang optimalisasi produksi listrik dari PLTS/PLTS Atap.

Ketiga yaitu kluster kesehatan, mengingat peningkatan kejadian penyakit sensitif iklim, meliputi demam berdarah, malaria, pneumonia, serta diare. Terakhir yakni kluster pangan akuatik, dimana terjadi penurunan produktivitas perikanan budidaya (lele, nila, dan udang payau), serta rumput laut, namun juga ada peluang peningkatan hasil perikanan tangkap (cakalang, tuna, tongkol), dan produksi garam).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bappenas: Tidak ada intervensi seragam untuk atasi dampak El Nino

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.