Manokwari (ANTARA) - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Manokwari, Papua Barat, melibatkan peran masyarakat dan instansi terkait dalam pembentukan kelompok layanan bimbingan integrasi (Kelayan Binter) untuk mengoptimalkan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas I Manokwari Suwandi di Manokwari, Rabu, mengatakan Kelayan Binter merupakan forum kemitraan berbasis masyarakat yang menghubungkan Bapas, pembimbing kemasyarakatan, dan pemerintah daerah dalam mendukung proses reintegrasi.
"Keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan membutuhkan kolaborasi Bapas, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan agar klien pemasyarakatan yang kembali ke lingkungan sosial memperoleh dukungan untuk menjalani kehidupan secara mandiri, produktif dan bertanggung jawab.
Forum Kelayan Binter nantinya diarahkan untuk membantu pembimbing kemasyarakatan dalam menyelenggarakan bimbingan berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan penerimaan keluarga dan lingkungan terhadap klien.
“Pembentukan Kelayan Binter bertujuan mengurangi stigma, membuka akses pekerjaan dan pendidikan, menyediakan pendampingan sosial, serta menggerakkan partisipasi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menjelaskan sosialisasi pembentukan Kelayan Binter pada Selasa (11/8) yang melibatkan unsur masyarakat dan instansi terkait untuk membahas tujuan, mekanisme layanan, serta bentuk dukungan terhadap klien pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga membahas pembagian peran antarunsur yang terlibat, mulai dari keluarga, pemerintah desa atau kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dunia usaha hingga instansi mitra.
“Dukungan dapat diwujudkan melalui kegiatan pembimbingan, pelatihan keterampilan, pemberdayaan, akses pekerjaan, bantuan sosial, pengembangan usaha, maupun layanan sosial sesuai kebutuhan klien,” ucap Suwandi.
Kelayan Binter selanjutnya, kata dia, menjalankan fungsi koordinasi, pembimbingan, mediasi, edukasi, pendampingan, pemantauan, dan pelaporan mengenai perkembangan klien kepada pembimbing kemasyarakatan.
Proses pembimbingan diawali asesmen dan penelitian kemasyarakatan guna mengidentifikasi masalah, potensi, serta kebutuhan reintegrasi klien. Hasilnya menjadi dasar penyusunan rencana bimbingan integrasi sebelum kelompok dibentuk dan layanan dilaksanakan.
Setelah pembimbingan berjalan, Bapas bersama kelompok melakukan pemantauan secara berkala dan menyesuaikan intervensi berdasarkan perkembangan klien hingga mencapai kondisi mandiri dan dapat diterima masyarakat.
Bapas Kelas I Manokwari kemudian melakukan koordinasi lanjutan dengan pemangku kepentingan untuk menetapkan kelompok layanan, mengidentifikasi kebutuhan dukungan, serta menyusun mekanisme dan pembagian peran masing-masing pihak.
"Kami memiliki wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni,” kata Suwandi.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.