Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan bantuan pangan berupa beras di tahun 2026 yang ditujukan untuk memperkuat perlindungan sosial, menjaga daya beli, dan ketahanan pangan masyarakat menjadi alokasi terbesar berdasarkan direktif Presiden Prabowo Subianto.
"Berkat direktif Presiden Republik Indonesia, program bantuan pangan beras selama tahun 2026 pecah rekor karena memuat alokasi paling besar dalam setahun sejak diluncurkan pada tahun 2023," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Sebagai implementasi kebijakan yang berpihak pada rakyat, Presiden Prabowo telah memberikan direktif agar program bantuan pangan beras kembali berlanjut sampai Desember 2026. Sebanyak 33,24 juta penerima bantuan pangan (PBP) akan terus memperoleh beras 10 kilogram (kg) setiap bulannya.
Total beras yang dialokasikan untuk bantuan pangan beras tahun 2026 dapat mencapai hingga 2,6 juta ton.
"Ini merupakan bentuk kecintaan Bapak Presiden Prabowo kepada rakyat. Beliau ingin 33,24 juta keluarga yang memang membutuhkan bantalan ekonomi, itu menjadi prioritas pemerintah, agar setiap bulan kebutuhan berasnya dapat terpenuhi," ujar Amran.
Adapun untuk bantuan pangan beras tahun 2026 sebelumnya telah dialokasikan untuk Februari-Maret dan Juli-September atau 5 bulan.
Dengan penambahan sampai Desember, ia mengatakan bantuan pangan beras tahun 2026 akan mempunyai alokasi hingga 8 bulan. Setiap bulannya 33,24 juta PBP akan diberikan beras 10 kg.
Secara kuantitas, menurut Amran, total bantuan pangan beras tahun 2026 dapat mencapai 2,6 juta ton yang terdiri dari bantuan pangan Februari-Maret yang mencapai 664 ribu ton, Juli-September sebanyak 997 ribu ton, dan Oktober-Desember yang juga diestimasikan memiliki alokasi sebesar 997 ribu ton.
Sebelumnya, total alokasi program bantuan pangan beras terbesar pernah ada di tahun 2024. Kala itu menyasar kepada 22 juta PBP setiap bulannya dengan total alokasi mencapai 10 bulan yang terdiri dari Januari-Maret, April-Juni, dan Agustus-Desember, dengan kuantitas beras untuk bantuan pangan beras mencapai 1,9 juta ton.
Lebih lanjut, ia mengatakan program bantuan pangan beras tahap kedua atau alokasi Juli-September pada tahun ini membutuhkan anggaran Rp17,52 triliun dan telah siap dalam anggaran Bapanas. Program prorakyat bantuan pangan itu disalurkan secara one shoot atau secara sekaligus.
Mengenai data penerima yang digunakan dalam program bantuan pangan beras menggunakan database Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Itu merupakan pembaruan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 10 Juli 2026 dan tentunya telah dilakukan filterisasi data Kementerian Sosial.
Program bantuan pangan beras menyasar PBP yang termasuk kelompok desil 1 sampai 4, katanya menjelaskan.
BPS menjelaskan desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Desil 1 sampai 4 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
Bapanas, kata Amran, optimistis melalui program bantuan pangan yang dimasifkan dapat memberikan faktor penekan harga beras di pasaran. Ketika harga beras di tingkat konsumen mulai stabil, maka tingkat inflasi pun juga akan dapat lebih terkendali.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9) sore, memerintahkan jajaran menteri untuk mempersiapkan berbagai program bantuan untuk masyarakat, termasuk di antaranya bantuan beras yang akan dilanjutkan hingga Oktober, November, dan Desember 2026.
Bantuan beras itu diberikan kepada 33,2 juta keluarga kategori desil 1 sampai dengan desil 4 sebanyak 10 kilogram untuk per keluarga per bulan.
Kendati demikian, penyaluran bantuan beras tahap kedua, yang dijadwalkan rampung pada September 2026, dilakukan dengan sistem rapel sehingga penerima bantuan menerima 30 kilogram beras sekaligus pada bulan ini.
"Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat jumpa pers menjelaskan isi ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Pewarta: Muhammad Harianto
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.