ILUSTRASI. Nasabah menabung di Bank Mandiri, Jakarta, (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan dan ketahanan siber guna menjaga keandalan layanan digital di tengah meningkatnya penggunaan kanal perbankan digital.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista menyebut, pihaknya terus mengembangkan sistem perlindungan dan pengelolaan risiko agar inovasi digital yang dihadirkan tetap didukung aspek keamanan yang kuat.
"Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi," ujar Adhika dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank Mandiri menerapkan Bank Mandiri Cyber Resilience Framework, yang mencakup penguatan aspek operasional, perlindungan sistem, tata kelola, hingga peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh organisasi.
Baca Juga: Pengguna Livin' by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Nilai Transaksi Capai Rp 2.083 Triliun
Pada aplikasi Livin' by Mandiri, bank menyediakan sejumlah fitur keamanan seperti login biometrik berbasis pengenalan wajah, smart protection yang membatasi akses pada kondisi berisiko, serta card control untuk mengatur PIN maupun memblokir kartu secara mandiri melalui aplikasi.
Sementara itu, platform Kopra by Mandiri menggunakan mekanisme multi-layer authorization melalui autentikasi token berbasis QR untuk mengamankan transaksi korporasi. Adapun Livin' Merchant dilengkapi metode verifikasi berupa kata sandi, pengenalan wajah, dan PIN.
Di sisi infrastruktur, Bank Mandiri mengoperasikan Security Operation Center (SOC) selama 24 jam setiap hari untuk memantau keamanan sistem teknologi informasi dan mendeteksi potensi ancaman siber secara real time.
Bank juga memperkuat pengelolaan akses pengguna serta melakukan asesmen keamanan terhadap mitra dan pihak ketiga.
Baca Juga: Bank Mandiri Buat Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi di Aplikasi Livin' by Mandiri
Selain penguatan teknologi, Bank Mandiri juga membangun budaya keamanan informasi melalui peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan serta memastikan implementasi kebijakan keamanan informasi berjalan sesuai kebutuhan bisnis dan ketentuan regulator.
Dalam aspek tata kelola, Bank Mandiri menyebut terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, penguatan fungsi pengendalian internal, penerapan kebijakan perlindungan data, serta pengelolaan Whistleblowing System secara independen.
Tambahan informasi, bank mencatat skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) sebesar 95,30 yang menempatkan Bank Mandiri dalam kelompok perusahaan dengan persepsi tata kelola terbaik di Indonesia.
Adhika bilang ke depannya Bank Mandiri bakal terus memperkuat sinergi antara tata kelola, inovasi, dan manajemen risiko agar mampu menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi nasabah.
Baca Juga: Livin’ by Mandiri Hadirkan Fitur QR Antar Negara di Korea Selatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag