Bank Jateng Syariah KCPS UMS gelar pengajian, ajak pegawai mengubah lelah menjadi lillah

calendar_today 11.09.2026 - person  - timer ~

Bank Jateng Syariah KCPS UMS gelar pengajian, ajak pegawai mengubah lelah menjadi lillah

Jumat, 11 September 2026 14:42 WIB

Image Print

Sambutan oleh Pemimpin Bank Jateng KCPS UMS Erni Kusumawati. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengajian dan doa bersama pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Melayani dengan Hati, Mengubah Lelah Menjadi Lillah” tersebut berlangsung di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., sebagai pengisi tausiyah. Pengajian tersebut diikuti oleh jajaran KCPS Bank Jateng Syariah se-Solo Raya sebagai bagian dari agenda rutin untuk memperkuat keimanan dan nilai spiritual dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.

Pemimpin Bank Jateng KCPS UMS Erni Kusumawati menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pengajian dilaksanakan secara bergilir di wilayah KCPS Solo Raya.

“Suatu kebanggaan bagi kami atas penyelenggaraan agenda ini. Acara ini dibuat berkeliling di daerah KCPS Solo Raya. Agenda kajian seperti ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan,” ungkapnya, Jum’at.

Erni berharap kajian yang diselenggarakan di UMS tersebut dapat memberikan keberkahan, baik bagi para peserta maupun lingkungan kerja Bank Jateng Syariah.

“Semoga kajian malam ini membawa keberkahan bagi kita juga kantor kita,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Bank Jateng Kantor Cabang Syariah Surakarta Nur Rochmah Lia Fabiyanti menyampaikan kegiatan tersebut merupakan putaran ke delapan dari rangkaian pengajian yang dilaksanakan Bank Jateng Syariah. Setelah kegiatan di UMS, rangkaian pengajian tersebut akan dilanjutkan di Boyolali.

“Hari ini adalah putaran ke delapan untuk pengajian dan yang terakhir nanti adalah Boyolali. Malam ini sangat istimewa sekali karena acara ini adalah salah satu rutinitas kami supaya selalu tersirat keimanan,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan pengajian menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan keimanan para pegawai di tengah rutinitas pekerjaan.

“Dengan adanya acara ini semoga menambah keimanan teman-teman semua,” lanjutnya.

Dalam tausiyahnya, Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., mengajak para peserta untuk memaknai kembali setiap aktivitas dan perjuangan dalam pekerjaan. Ia menekankan bahwa rasa lelah yang muncul dalam menjalankan pekerjaan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar.

“Perjuangan yang kadang melelahkan, ini kalau tidak menjadi pahala artinya rugi,” jelas dosen Fakultas Agama Islam.

Ia kemudian menjelaskan salah satu cara agar rasa lelah dalam bekerja dapat bernilai pahala adalah dengan meluruskan niat. Menurutnya, bekerja dapat diniatkan sebagai ikhtiar mencari nafkah yang halal bagi keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi sesama.

“Bagaimana agar lelah menjadi pahala? Lelah harus lillah. Niatkan untuk mencari nafkah yang halal untuk keluarga masing-masing, niatkan untuk menolong sesama,” ungkapnya.

Hakimuddin juga mengingatkan bahwa manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah. Karena itu, aktivitas pekerjaan juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

“Allah menciptakan kita semua di dunia ini hanyalah untuk beribadah,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan pesan tersebut dengan aktivitas Bank Jateng Syariah yang bergerak dalam bidang ekonomi syariah. Menurutnya, perjuangan dalam menghadirkan sistem ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah perlu dilandasi kesadaran bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari ibadah.

“Kita semua di Bank Jateng Syariah ini sedang berjuang syariah, terutama di bidang ekonomi, jadi ekonomi syariah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para peserta mengenai dampak dari mengkonsumsi sesuatu yang haram, termasuk riba. Menurutnya, praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah tidak hanya berimplikasi pada dosa, tetapi juga dapat mendatangkan murka Allah SWT.

“Mudharat dari memakan yang haram, riba, akan mendatangkan dosa dan juga murka Allah,” tuturnya.

Di akhir tausiyah, Hakimuddin mengajak para peserta untuk menjadikan setiap aktivitas pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dengan meluruskan niat karena Allah. Kegiatan pengajian dan doa bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.