Banjir Produk China, Ini 5 Negara Paling Banyak Impor ke RI

calendar_today 02.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada lima negara yang berkontribusi paling besar dalam impor Indonesia. Mulai dari China hingga Australia.

Impor Indonesia secara kumulatif (Januari-Juli 2026) sebesar US$163,33 miliar. Angka ini naik 19,94 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$136,18 miliar.

"Kalau kita lihat menurut negara dan kawasan asal impor, maka peningkatan nilai impor terjadi pada China, Australia, kawasan ASEAN dan juga kawasan Uni Eropa. Sementara itu, impor dari Jepang justru mengalami penurunan," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Selasa (1/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Impor nonmigas dari China tercatat sebesar US$58,29 miliar atau 42,38 persen. Komoditasnya adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya, serta plastik dan barang dari plastik.

Kemudian, impor dari Jepang tercatat sebesar US$7,71 miliar atau 5,61 persen. Komoditasnya adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja.

Lalu, impor ke Australia tercatat sebesar US$6,47 miliar atau sekitar 4,7 persen dari total pembelian. Komoditasnya adalah logam mulia dan perhiasan/permata, serealia, serta bahan bakar mineral.

[Gambas:Youtube]

Sementara itu, pada Juli 2026 impor Indonesia tercatat sebesar US$26,09 miliar. Angka ini naik 27,02 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$20,54 miliar.

Impor terdiri dari migas sebesar US$3,77 miliar atau melesat 49,91 persen (yoy) dan nonmigas sebesar US$22,33 miliar atau naik 23,83 persen (yoy).

Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi tercatat sebesar US$2,24 miliar atau naik 10,50 persen (yoy). Lalu, bahan baku/penolong sebesar US$18,76 miliar atau naik 32,33 persen (yoy).

Kemudian sektor barang modal tercatat US$5,10 miliar atau naik 17,38 persen dari Juli 2025 yang sebesar US$4,34 miliar.

(ldy/ins)