Banjir Nepal, 121 Turis Telah Diselamatkan

calendar_today 29.08.2026 - person  - timer ~

Kathmandu -

Upaya penyelamatan bencana banjir bandang yang melanda Nepal terus dilakukan. Pelan tapi pasti, turis-turis yang berada di sana berhasil diselamatkan.

Menurut informasi terbaru dari Dewan Pariwisata Nepal, sebanyak 121 wisatawan telah diselamatkan dari banjir yang melanda sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Sementara itu, 622 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya, seperti dikutip dari Nepal News, Sabtu (29/8/2026).

Dewan Pariwisata menyatakan bahwa data tersebut diperbarui pada Jumat (28/8/2026) pukul 17.30 waktu setempat. Data-data ini merupakan hasil koordinasi dengan Polisi Pariwisata serta Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 743 wisatawan dan pelancong dari 36 negara dilaporkan hilang setelah banjir terjadi pada hari Rabu (26/8/2026). Di antara mereka yang dilaporkan hilang, 183 orang merupakan warga negara India; 85 orang di antaranya telah diselamatkan dan 98 orang belum diketahui keberadaannya.

Sebanyak 149 warga negara Nepal juga belum diketahui keberadaannya. Kelompok besar lainnya mencakup 67 warga negara AS (2 diselamatkan, 65 belum diketahui keberadaannya); 61 warga Ukraina (semuanya belum diketahui keberadaannya); 51 warga Malaysia (semuanya belum diketahui keberadaannya); 35 warga Australia (semuanya belum diketahui keberadaannya); serta 33 warga negara Inggris (semuanya belum diketahui keberadaannya).

Dewan Pariwisata menyatakan bahwa data tersebut terus diverifikasi dan dicocokkan dengan informasi dari agen pariwisata dan perjalanan, perusahaan pendakian, hotel, pemandu wisata, otoritas setempat, serta aparat keamanan.

Agen pariwisata dan perjalanan, perusahaan pendakian, hotel, serta pemandu wisata juga diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan klien mereka. Dewan Pariwisata menyatakan bahwa pihaknya, bersama Polisi Pariwisata dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya, terus berkoordinasi dengan instansi pemerintah dan keamanan untuk memastikan keselamatan serta keberadaan para wisatawan, sekaligus memfasilitasi upaya penyelamatan dan pemberian bantuan.

Pihak berwenang mengimbau para pelancong untuk menghindari sungai, jembatan, dan jalan yang rusak, serta menunda perjalanan ke daerah yang dilanda banjir hingga ada pernyataan resmi bahwa kondisi sudah aman.

(bnl/ddn)