Bagikan:
JAKARTA - Sandro Tonali telah berbicara terbuka tentang kepindahannya senilai 100 juta pound (sekitar Rp2,43 triliun) ke Tottenham Hotspur dari Newcastle United musim panas ini. Dia menyebut pelatih kepala Roberto De Zerbi sebagai tokoh kunci dalam transfer tersebut.
Dalam wawancara meja bundar dengan wartawan dari The Athletic, BBC Sport, dan media lainnya, Tonali berbicara tentang hubungannya dengan De Zerbi melalui kota asal mereka yang sama di Brescia, Italia, bagaimana ia berencana untuk mengatasi tekanan yang datang dengan harga transfernya, dan harapannya untuk Spurs pada musim mendatang.
"Brescia sangat kecil. Saya menghabiskan dua minggu di sana dan (De Zerbi) juga. Saya bertemu dengannya dua atau tiga kali di kota itu, dengan mobil. Namun, bukan hanya dia. Saya bertemu mantan manajer tim saya di Brescia. Saya bertemu Roberto Baggio dua kali."
"Saya berbicara dengannya (De Zerbi) ketika dia (menjadi manajer) di Sassuolo, serta di Brighton dan Marseille, kami selalu mengobrol karena kami orang Italia. Kami berasal dari Brescia dan ada semacam koneksi kecil di antara kami," tutur Tonali.
Selama tur pramusim Spurs di Australia dan Selandia Baru, De Zerbi mengungkapkan bahwa saat timnya secara resmi bertahan di Liga Inggris dengan kemenangan atas Everton pada hari terakhir musim 2025/2026, ia menghubungi Tonali dan mengatakan bahwa ia ingin berbicara dengannya. De Zerbi mengatakan beberapa hari kemudian mereka berdua bertemu di Brescia.
Tonali mengatakan kepada wartawan bahwa tidak butuh waktu lama--hanya 10 menit--baginya untuk yakin bahwa pindah ke Spurs akan menjadi keputusan yang tepat untuknya.
"Saya berbicara dengan Tottenham. Ketika Anda berbicara dengan satu tim, kesan pertama ialah hal yang besar. Kesan pertama saya sangat positif."
"Saya berbicara setelah dua menit dengan istri dan keluarga saya. Saya berkata bahwa mungkin ini akan menjadi salah satu keputusan terbaik dalam karier saya."
"Dia (De Zerbi) bilang kepada saya bahwa saya punya kendali 100 persen atas keputusan ini. Saya ingin berbicara dengannya karena ini hidup kami. Jadi, kesan pertama saya sangat positif. Ketika kamu bahagia setelah pidato 10 menit, semuanya sempurna."
"Pelatihnya orang Italia, Roberto. Saya mengenalnya. Roberto sangat peduli dengan pekerjaannya, sepak bolanya. Dia berkata bahwa proyek ini akan sulit, tetapi akan sempurna untuknya, untuk sya, untuk kota ini."
"Kami bisa menjalani salah satu musim terbaik karena kami memiliki pemain-pemain hebat. Kami hanya perlu bekerja keras," kata mantan gelandang AC Milan itu.
Tonali bergabung Tottenham yang memiliki banyak pemain Italia, termasuk Destiny Udogie dan Guglielmo Vicario. Sejumlah staf pelatih De Zerbi juga merupakan rekan senegaranya.
Ia mengatakan kehadiran rekan senegaranya di London utara sangat menenangkan.
"Senang rasanya. Banyak staf, tiga pemain Italia. Lucunya, terkadang kita lebih banyak berbicara bahasa Italia daripada bahasa Inggris."
"Namun, tidak apa-apa karena saya berada di Newcastle selama tiga tahun, saya hanya berbicara bahasa Inggris selama tiga tahun! Saya hanya berbicara bahasa Italia di rumah dengan istri saya. Jadi agak berbeda," tuturnya.
Tonali juga mengatakan meskipun ingin pindah, ia juga ingin memastikan bahwa Newcastle United mendapatkan kesepakatan terbaik untuknya ketika ia pergi.
"Hal pertama ialah mendapatkan kesepakatan terbaik untuk Newcastle United. Saya bertemu beberapa orang terbaik di dunia sepak bola."
"Ketika saya memutuskan untuk pindah, saya memberi tahu agen saya dan (Direktur Olahraga Newcastle United) Ross Wilson bahwa saya menginginkan kesepakatan terbaik untuk The Magpies karena mereka pantas mendapatkan segalanya."
"Jika saya harus pindah, maka saya dapat menyapa Anda atau Eddie (Howe) dalam dua atau tiga tahun. Jika kita bertemu dalam 10 tahun, saya ingin makan malam yang menyenangkan dengan staf, dengan Ross, karena mereka adalah orang-orang yang sangat hebat," kata Tonali.
Hanya saja, kedatangan Tonali di Spurs dipandang banyak orang sebagai perekrutan yang menentukan. Sebelumnya, Spurs belum pernah menghabiskan 100 juta pound untuk pemain mana pun--meskipun banyak klub 'Big Six' lainnya melakukannya dalam beberapa tahun terakhir. Tonali dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris.
Spurs merekrut salah satu pemain terbaik Newcastle United, hanya beberapa hari setelah mendapatkan tanda tangan Mateus Fernandes yang sangat berbakat dari West Ham seharga 85 juta pound, yang merupakan perubahan besar dalam kebijakan transfer Spurs.
Tonali menyadari bahwa direkrut dengan biaya yang sangat tinggi akan berarti ada tekanan kepadanya untuk tampil maksimal sejak awal.
"Jika saya pemain lain, terkadang itu sulit, terkadang tekanannya berbeda, tetapi Anda harus memahami bahwa ini adalah sepak bola."
"Harganya sekarang berbeda dengan 10 tahun lalu. Saya tahu saya mendapat banyak tekanan, tetapi saya tahu saya seorang pemain sepak bola."
"Saya tahu tanggung jawab saya, saya mengenal tim ini, saya mengenal orang-orang di sini. Saya harus bermain seperti pemain biasa, pemain Tottenham biasa, dengan semangat, mengerahkan energi saya setiap hari."
"Jika Anda mengerahkan ini di lapangan setiap hari, itu berbeda. Ini bukan soal 1 juta pound, 10 juta pound, atau 100 juta pound. Anda hanya perlu menjadi pemain yang bersemangat untuk pelatih ini. Kerahkan segalanya di lapangan," katanya.
Tottenham melanjutkan pramusim mereka melawan rival sengit Chelsea pada 1 Agustus 2026 di Sydney. Setelah pertandingan melawan Getafe dan Hoffenheim, mereka akan memulai musim Liga Inggris melawan Brentford pada 22 Agustus 2026.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+