Senin, 7 September 2026 16:13 WIB
Penumpang berjalan di pintu kedatangan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026). Pemerintah mengoperasikan Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Adi Soemarmo di Solo selama 24 jam sebagai bandara alternatif untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang setelah delapan bandara ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Semarang (ANTARA) - Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, beroperasi selama 24 jam sebagai upaya antisipasi pengalihan penerbangan selama Bandara Soekarno Hatta ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Sudah mulai kemarin (Minggu) kita beroperasi sampai 24 jam dan ini akan terus menyesuaikan dengan perkembangan situasi di Bandara Soekarno Hatta," kata General Manajer Bandara Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto di Semarang, Senin.
Waktu operasional normal.Bandara Semarang sendiri dimulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
Ia mengharapkan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut bisa segera terselesaikan dan kembali normal.
Dengan demikian, kata dia, pembatalan penerbangan dampak dari bencana alam tersebut juga dapat segera kembali normal.
Kondisi tersebut, lanjut dia, sangat dirasakan oleh calon penumpang dari Jakarta ke Semarang dan sebaliknya yang tidak bisa menggunakan angkutan udara.
Ia juga memastikan kesiapan kendaraan operasional untuk membantu calon penumpang yang penerbangannya dibatalkan atau penerbangan yang tidak terjadwal do bandara ini.
Bandara Ahmad Yani Semarang mencatat 29 penerbangan pada hari Senin ini masih dibatalkan akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Terdapat sebanyak 3.420.penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan di bandara Semarang ini.
Baca juga: Bandara Semarang: 29 penerbangan batal akibat terdampak erupsi Anak Krakatau
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.