Bandara di Sisilia, Italia, masih ditutup imbas erupsi Gunung Etna

calendar_today 27.09.2026 - person  - timer ~

Bandara di Sisilia, Italia, masih ditutup imbas erupsi Gunung Etna

Minggu, 27 September 2026 08:48 WIB

Image Print

Gunung Etna memasuki fase paroksismal baru yang ditandai dengan aktivitas intens di kawah puncak Voragine di Catania, Sisilia, Italia, pada 8 Agustus 2026. Aktivitas vulkanik tersebut, yang mulai meningkat pesat pada malam hari tanggal 6 Agustus, berkembang menjadi semburan lava yang kuat sepanjang malam hingga tanggal 7 Agustus. Erupsi ini menghasilkan awan abu yang cukup besar yang menyebar ke arah tenggara, dengan laporan jatuhan abu di kota-kota sekitar, yaitu Ragalna dan Adrano. ANTARA/Salvatore Allegra - Anadolu Agency /pri.

Moskow (ANTARA) - Bandara Catania-Fontanarossa di Pulau Sisilia, Italia, masih menangguhkan seluruh jadwal penerbangan hingga Minggu siang waktu setempat akibat erupsi abu vulkanik Gunung Etna, ungkap operator bandara SAC pada Sabtu (26/9).

"Menyusul aktivitas vulkanik dan kondisi cuaca, operasional penerbangan di Bandara Catania-Fontanarossa, baik kedatangan maupun keberangkatan, telah ditangguhkan hingga pukul 12.00 pada Minggu, 27 September," sebut pernyataan tersebut.

Pihak pengelola bandara mengimbau para penumpang untuk memastikan status penerbangan mereka kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

Berdasarkan Peringatan Observasi Gunung Berapi bagi Penerbangan (VONA) yang dirilis oleh Badan Geofisika dan Vulkanologi Nasional Italia, kolom abu vulkanik telah mencapai ketinggian sekitar 4 kilometer dan bergerak ke arah selatan. Peringatan penerbangan level tertinggi atau kode merah juga telah diterbitkan pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan pengamatan, fase aktivitas vulkanik terbaru gunung berapi paling aktif di Eropa itu mulai berlangsung sejak awal pekan lalu.

Sepanjang Agustus 2026, gunung api tersebut juga tercatat mengalami sejumlah erupsi dan menyemburkan abu vulkanik. Akibat hal itu, sejak 6 Agustus, Bandara Catania-Fontanarossa terpaksa melakukan sejumlah pembatasan operasional dan baru dapat kembali berjalan normal setelah terdampak selama hampir dua pekan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta : Uyu Septiyati Liman
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026