Minggu, 20 September 2026 22:37 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang (ANTARA/ HO-Bandara Ahmad Yani Semarang)
Semarang (ANTARA) - Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 kWp untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi listrik.
"Selama Januari hingga Juni, listrik yang dihasilkan panel surya ini mencapai 63.800 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tenaga listrik," kata General Manajer Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto di Semarang, Minggu.
Ia menjelaskan panel surya yang menghasilkan tenaga listrik tersebut terpasang di atas atap tempat parkir gedung administrasi dan gedung Main Power House (MPH).
Energi yang dihasilkan, lanjut dia, digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik gedung administrasi bandara.
Menurut dia, Bandara Ahmad Yani Semarang terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penerapan konsep eco-airport, serta penggunaan teknologi yang tidak berdampak langsung pada penipisan lapisan ozon.
Bandara Semarang, kata dia, mengedepankan efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan di lingkungan bandara.
Pengelola bandara, lanjut dia, juga melakukan sejumlah inisiatif, seperti pengaturan suhu dengan menggunakan sistem zonasi, penggunaan lampu LED, optimalisasi pencahayaan alami, serta penerapan fitur "sleep mode" pada lift, elevator dan travelator.
Pengelolaan sistem pendingin udara, menurut dia, juga menjadi bagian dari upaya efisiensi energi.
Ia menuturkan sistem pendingin merupakan salah satu komponen dengan kebutuhan energi cukup besar di area terminal sehingga l penggunaannya terus dioptimalkan sesuai kebutuhan operasional dengan tetap menjaga kenyamanan penumpang.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.