Balai Bahasa Bengkulu uji coba UKBI bagi penyandang disabilitas rungu - ANTARA News Bengkulu

calendar_today 10.09.2026 - person  - timer ~

Kota Bengkulu (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar uji coba soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi penyandang disabilitas rungu yang berasal dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kota Bengkulu.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan menyebut UKBI bagi disabilitas rungu ini merupakan merupakan komitmen dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperoleh pengakuan resmi atas kemahiran berbahasa Indonesia yang dimiliki tanpa terkecuali.

Baca juga: Pemkot Bengkulu dorong kelurahan budidaya maggot

"Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peserta uji yang berasal dari SLBN 1 Kota Bengkulu yang telah memenuhi undangan Balai Bahasa untuk menjadi responden dalam kegiatan uji coba ini," katanya di Kota Bengkulu, Kamis.

Kegiatan UKBI tersebut melibatkan enam siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) penyandang disabilitas rungu yang berasal dari SLBN 1 Kota Bengkulu.

Pada pelaksanaan UKBI tersebut Kantor Bahasa juga melibatkan guru pendamping sebagai juru bahasa isyarat.

Andriana menerangkan pelaksanaan uji coba tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperoleh gambaran awal mengenai kesesuaian instrumen dengan karakteristik peserta dari kelompok sasaran.

Kemudian menilai aspek keterbacaan keterpahaman, dan keterjangkauan soal, sebab melalui uji coba tersebut dapat diketahui sejauh mana rancangan instrumen telah sesuai dengan prinsip keadilan, keterbukaan, inklusifitas yang menjadi landasan dalam pengembangan UKBI Adaptif.

Baca juga: Pemkot Bengkulu: Muatan lokal jadi upaya lestarikan bahasa daerah

Di sisi lain ia menjelaskan UKBI Adaptif dan UKBI bagi disabilitas rungu memiliki perbedaan, khususnya pada sesi pertama pengujian.

Seperti pada UKBI Adaptif terdapat pengujian keterampilan mendengarkan, sedangkan pada pengujian bagi disabilitas rungu, sesi mendengarkan ini diganti menjadi keterampilan memirsa dan peserta rungu diberikan video yang dilengkapi dengan transkripsi.

"Hasil uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi, sekaligus penyempurnaan instrumen sehingga UKBI Adaptif benar-benar mewadahi prinsip keadilan, inklusifitas, serta kualitas pengukuran terstandar," ujar Andriana.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.