Bahlil: Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Prioritaskan Daya Beli Masyarakat |Republika Online

calendar_today 11.09.2026 - person  - timer ~

Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk satuan tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya berjalan tertib, tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat sebagai tindak lanjut atas banyaknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. Pemerintah memilih mempertahankan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Bahlil mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan melakukan konsultasi dengan Menteri Keuangan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi memiliki konsekuensi terhadap anggaran negara karena kenaikan harga minyak dunia berpotensi menambah kebutuhan subsidi.

"Saya selalu berkonsultasi terus dengan Menteri Keuangan atas arahan Bapak Presiden Prabowo, selalu melakukan dan mengikuti secara saksama terhadap berbagai dinamika perkembangan global. Khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu," kata Menteri ESDM kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Bahlil menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan terhadap daya beli masyarakat meski harus menghadapi tambahan beban subsidi. Ia menyebut penambahan anggaran subsidi menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh pemerintah untuk menjaga harga BBM subsidi.

"Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujarnya.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut tidak ringan karena pemerintah harus menanggung tambahan subsidi ketika harga minyak dunia meningkat. Namun, dia menilai menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi pertimbangan yang lebih penting.

"Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan," kata tokoh yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.

Bahlil menjelaskan pemerintah masih melihat rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) dari Januari hingga September 2026. Meskipun harga minyak dunia saat ini telah berada di kisaran 106-108 dolar AS per barel, rata-rata ICP sepanjang periode tersebut masih berada di kisaran 85-90 dolar AS per barel.

"Tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85 sampai 90. Jadi masih overall masih oke," ujar dia.

Sebelumnya, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Kepastian tersebut disampaikan menyusul harga minyak mentah Brent yang kembali menembus 100 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (10/9/2026).