Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah memusatkan perhatian perbaikan distribusi ke berbagai daerah, khususnya Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi, seiring pulihnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali.
"Sekarang distribusinya yang kita perlancar," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.
Menko Bahlil, yang merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan gangguan distribusi di Bali menjadi bahan evaluasi. Keterlambatan kapal dari Jawa sempat membuat cadangan di Bali turun hingga 3-4 hari.
Setelah armada kapal ditambah, cadangan kembali ke kisaran 11-12 hari.
Bahlil menyebut persoalan itu sebagai kendala teknis dalam manajemen arus logistik Pertamina.
Meski begitu, ia menegaskan penyelesaiannya menjadi tanggung jawab bersama.
"Tapi, apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama," ujarnya.
Evaluasi tidak berhenti di Bali. Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melaporkan kendala distribusi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
Di daerah-daerah itu, BBM selama ini diangkut kapal melalui sungai.
Namun, sebagian sungai mengalami pendangkalan akibat cuaca, sehingga kapal berukuran besar tidak lagi bisa masuk.
Pengiriman di wilayah tersebut kini dialihkan ke jalur darat, yang sebagian memakan waktu lebih lama. Bahlil memastikan pemerintah akan berupaya maksimal soal itu.
"Kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi," ucap dia.
Untuk memperlancar distribusi antardaerah, Menko Bahlil meminta Pertamina menambah armada pengangkut. Langkah serupa sudah diterapkan di Bali, dan antrean di SPBU kini mulai terurai.
Dengan cadangan nasional yang terjaga dan jalur distribusi yang terus dibenahi, pemerintah berupaya memastikan pasokan BBM sampai tepat waktu ke masyarakat di seluruh daerah.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.