Bahas soal Kekuatan Bangsa, Prabowo: Mampu Memberi Makan Rakyatnya Sendiri

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:47 WIB

VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai salah satu ukuran kekuatan sebuah negara. Menurutnya, bangsa yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi atau pertahanannya, tetapi juga oleh kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

Baca Juga

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi persoalan strategis yang harus mendapatkan perhatian serius pemerintah. Ia menilai kemampuan menyediakan makanan bagi rakyat merupakan bagian penting dari kedaulatan negara.

Baca Juga

“Saudara-saudara sekalian, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” ujar Prabowo yang dikutip dari YouTube pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Prabowo Singgung Masalah yang Dihadapi Petani

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingat kembali berbagai persoalan yang masih dihadapi para petani. Ia menyebut kondisi petani menjadi salah satu hal yang harus segera dibenahi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Prabowo, ketika pemerintah menerima mandat, masih terdapat sejumlah kendala di sektor pertanian. Persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan akses pupuk hingga harga hasil panen yang belum selalu memberikan keuntungan bagi petani.

“Ketika kami menerima mandat petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit, kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini,” ujar Prabowo.

Berbagai persoalan tersebut, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melakukan perbaikan. Pemerintah perlu berani mengidentifikasi masalah dan mencari jalan keluar agar sektor pertanian dapat berkembang.

“Dan dengan demikian, walaupun kita tidak menyalahkan siapa pun kita melangkah dengan mencari solusi,” lanjutnya.

Birokrasi Diminta Tak Hambat Keputusan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain sektor pertanian, Prabowo juga menyoroti persoalan birokrasi yang dinilai masih menjadi tantangan dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintah.

Ia mengingatkan agar prosedur pemerintahan tidak justru memperlambat keputusan yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, birokrasi harus mampu bekerja secara efektif dan mendukung kebijakan yang memberikan manfaat.

Halaman Selanjutnya

“Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien,” tegas Prabowo.