Bagaimana gerhana Matahari total terjadi? Ini penjelasan ilmiahnya

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Gerhana matahari total menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling dinantikan karena hanya terjadi pada waktu dan wilayah tertentu. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, masyarakat di sejumlah negara akan berkesempatan menyaksikan peristiwa langka tersebut ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari untuk sementara waktu.

Meski terdengar sederhana, gerhana matahari total hanya dapat terjadi jika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi yang benar-benar sejajar. Lalu, bagaimana sebenarnya proses gerhana matahari total bisa terjadi?

Apa itu gerhana matahari total?

Gerhana matahari total adalah fenomena ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga seluruh piringan Matahari tertutup dari pandangan pengamat di Bumi.

Menurut NASA, kondisi tersebut membuat bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Orang yang berada tepat di jalur bayangan inti (umbra) dapat menyaksikan gerhana matahari total, sedangkan wilayah di luar jalur tersebut hanya melihat gerhana sebagian atau bahkan tidak mengalami gerhana sama sekali.

Pada gerhana total, langit di siang hari dapat berubah menjadi gelap menyerupai senja atau malam selama beberapa menit. Suhu udara juga dapat sedikit menurun karena cahaya Matahari tertutup sepenuhnya.

Baca juga: BRIN teliti fenomena matahari mulai dari bintik hitam hingga gerhana

Bagaimana gerhana matahari total bisa terjadi?

Gerhana matahari hanya terjadi ketika fase Bulan baru (new moon). Pada fase ini, Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Namun, tidak setiap Bulan baru menghasilkan gerhana. Penyebabnya adalah bidang orbit Bulan tidak sejajar dengan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (bidang ekliptika). Orbit Bulan memiliki kemiringan sekitar lima derajat sehingga sebagian besar waktu Bulan melintas sedikit di atas atau di bawah Matahari.

Gerhana baru dapat terjadi ketika Bulan baru melintasi bidang ekliptika pada periode yang disebut musim gerhana (eclipse season). Periode ini terjadi sekitar dua kali dalam setahun dan memberikan peluang terjadinya gerhana matahari maupun gerhana bulan.

Saat ketiga benda langit tersebut benar-benar segaris, Bulan akan menghalangi cahaya Matahari dan membentuk bayangan yang jatuh ke permukaan Bumi.

Mengapa Bulan bisa menutupi Matahari?

Sekilas terdengar mustahil karena ukuran Matahari jauh lebih besar dibandingkan Bulan.

NASA menjelaskan bahwa diameter Matahari sekitar 400 kali lebih besar daripada Bulan. Namun, Matahari juga berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan.

Perbandingan ukuran dan jarak yang hampir sama tersebut membuat Matahari dan Bulan tampak memiliki ukuran hampir identik ketika dilihat dari Bumi. Inilah yang memungkinkan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari selama beberapa menit.

Fenomena ini sering disebut sebagai "kebetulan kosmis" karena menghasilkan salah satu pemandangan langit paling spektakuler yang dapat diamati manusia.

Bayangan Bulan yang menyebabkan gerhana

Saat gerhana berlangsung, Bulan membentuk dua jenis bayangan utama, yaitu:

  • Umbra, yakni bayangan inti yang paling gelap. Wilayah yang berada di dalam umbra akan mengalami gerhana matahari total karena cahaya Matahari tertutup sepenuhnya.
  • Penumbra, yaitu bayangan luar yang lebih samar. Daerah ini hanya mengalami gerhana matahari sebagian karena sebagian cahaya Matahari masih terlihat.

Jalur umbra di permukaan Bumi relatif sempit, umumnya memiliki lebar kurang dari sekitar 80 kilometer. Sebaliknya, wilayah penumbra dapat membentang hingga ribuan kilometer sehingga area yang mengalami gerhana sebagian jauh lebih luas.

Karena Bumi terus berputar dan Bulan terus bergerak mengelilingi Bumi, bayangan tersebut ikut bergerak melintasi permukaan Bumi membentuk jalur yang dikenal sebagai path of totality atau jalur totalitas.

Baca juga: Cara lindungi mata dari kerusakan permanen akibat gerhana matahari

Tahapan gerhana matahari total

Gerhana matahari total berlangsung melalui beberapa fase yang berurutan.

1. Kontak pertama

Tahap awal dimulai ketika tepi Bulan mulai menutupi Matahari. Pada fase ini, Matahari perlahan tampak berubah bentuk menjadi sabit.

2. Baily's Beads

Sesaat sebelum totalitas, cahaya Matahari masih dapat menembus lembah dan cekungan di permukaan Bulan sehingga terlihat seperti rangkaian titik-titik cahaya kecil di sepanjang tepinya. Fenomena ini dikenal sebagai Baily's Beads.

3. Diamond Ring Effect

Tidak lama kemudian muncul diamond ring effect atau efek cincin berlian. Cahaya Matahari yang tersisa tampak seperti berlian terang pada cincin tipis yang mengelilingi Bulan.

Fenomena ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik sebelum totalitas dimulai.

4. Fase totalitas

Pada fase inilah seluruh piringan Matahari tertutup oleh Bulan.

Langit berubah menjadi gelap, bintang-bintang terang dapat mulai terlihat, dan pengamat bisa menyaksikan korona Matahari, yaitu atmosfer luar Matahari yang tampak seperti cahaya putih menyerupai mahkota di sekeliling Bulan.

Korona biasanya tidak terlihat pada hari biasa karena tertutup cahaya Matahari yang sangat terang.

5. Gerhana berakhir

Setelah beberapa menit, Bulan mulai bergeser sehingga cahaya Matahari kembali muncul. Diamond ring effect dan Baily's Beads kembali terlihat sesaat sebelum Matahari kembali bersinar sepenuhnya.

Baca juga: Cek fakta, gerhana matahari akan terjadi pada 2 Agustus 2025

Wilayah yang dapat menyaksikan gerhana 12 Agustus 2026

Berdasarkan data NASA dan European Space Agency (ESA), jalur gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026 akan melintasi beberapa wilayah di belahan bumi utara, di antaranya:

  • Pesisir timur dan utara Greenland
  • Islandia
  • Rusia bagian utara
  • Samudra Atlantik
  • Spanyol
  • Sebagian kecil Portugal

Di Spanyol, jalur totalitas diperkirakan melintasi wilayah Galicia, Asturias, Castile and León, Aragon, hingga Kepulauan Balearic.

Sementara itu, sejumlah negara lain seperti Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, negara-negara Skandinavia, Maroko, Aljazair, serta wilayah timur laut Amerika Serikat, termasuk New York dan Boston, diperkirakan hanya akan menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Gerhana matahari total merupakan fenomena langit yang hanya dapat diamati dari wilayah tertentu karena jalur bayangan inti Bulan sangat sempit. Meski hanya berlangsung beberapa menit di setiap lokasi, peristiwa ini menjadi momen penting bagi para astronom sekaligus menarik perhatian masyarakat karena memungkinkan pengamatan langsung terhadap korona Matahari yang biasanya tidak terlihat dari Bumi.

Baca juga: Gerhana matahari parsial, mulai dari penyebab hingga dampaknya

Baca juga: Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026: Daftar negara yang warganya bisa saksikan

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.