Selasa, 20 Oktober 2026 16:17 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta saat menjadi keynote speaker dalam program edukasi Kelas Demokrasi Goes to School di SMP Negeri 11 Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong penguatan pendidikan demokrasi sejak dini untuk membentuk generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pemahaman demokrasi tidak cukup hanya melalui teori, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikan Astrid saat menjadi keynote speaker dalam program edukasi Kelas Demokrasi Goes to School di SMP Negeri 11 Surakarta, Jawa Tengah, Selasa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang demokrasi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemilih pemula yang berintegritas pada Pemilu 2029.
Astrid mengatakan sekolah merupakan ruang yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi melalui pengalaman langsung. Praktik sederhana seperti pemilihan ketua kelas dan ketua OSIS dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menggunakan hak suara, menghargai perbedaan pendapat, serta menerima hasil keputusan bersama.
“Praktik demokrasi itu sangat dekat dengan kehidupan kalian. Mulai dari pemilihan ketua kelas hingga ketua OSIS, semuanya merupakan bentuk nyata bagaimana kita belajar berdemokrasi, menghargai perbedaan pendapat, dan menggunakan hak suara secara bijak,” ujarnya.
Menurut Astrid, pendidikan demokrasi juga perlu diiringi kemampuan berpikir kritis, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. Generasi muda harus mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran berita, dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Materi edukasi tersebut turut diperkuat oleh narasumber dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta, perwakilan DPRD Kota Surakarta Yudha Sindhu Riyanto, serta perwakilan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo). Para narasumber memberikan pemahaman mengenai demokrasi, sistem pemerintahan daerah, serta pentingnya literasi digital dalam menyikapi informasi.
Astrid menegaskan pemahaman demokrasi sejak bangku sekolah menjadi investasi penting untuk membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Pelajar diharapkan tidak hanya memahami hak sebagai warga negara, tetapi juga menyadari tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Demokrasi harus berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat. Dengan memahaminya sejak di bangku sekolah, kita sedang mempersiapkan generasi yang mampu menjaga proses demokrasi agar berjalan secara terbuka, jujur, dan berintegritas,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.