Asian Games 2026: Tenis meja putri Indonesia terhenti di fase grup - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 21.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Langkah tim tenis meja putri Indonesia terhenti pada babak grup setelah kalah 0-3 melawan Singapura dalam pertandingan beregu putri Grup F Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Sky Hall Toyota, Jepang, Senin.

Indonesia menurunkan Almaira Nebuchadnezzar pada laga pertama untuk menghadapi Zhao Tan. 

Almaira tak berkutik di hadapan lawannya sehingga menyerah 3-11, 9-11, 4-11 pada gim pembuka.

Dia sempat melawan dengan ketat pada gim kedua, namun lawan lebih tenang untuk mengamankan poin.

Cindy Putri kemudian tampil menghadapi Lin Qian Ser. Dia berusaha memberikan perlawanan ketat, tapi Lin lebih konsisten dalam mengamankan poin.

Cindy sempat membuka asa dengan merebut gim ketiga, tetapi lawan membalas pada gim keempat sehingga pertandingan selesai dengan skor 3-1 (11-9, 11-9, 10-12, 11-7) untuk Lin.

Hasil laga kedua itu membuat Singapura hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memenangkan pertandingan beregu itu.

Pada laga ketiga, Maharani memberikan perlawanan ketat menghadapi Ming Loy pada awal gim pertama sebelum kalah 6-11.

Loy semakin dominan pada dua gim berikutnya untuk menang 11-8 serta 11-6 guna memastikan Singapura menang 3-0 atas Indonesia.

Singapura sudah tiga kali menang dari tiga pertandingan pertamanya sehingga dua laga berikutnya tidak perlu dimainkan mengingat format pertandingan beregu membuat kemenangan tiga laga langsung cukup untuk menentukan pemenang.

Pada nomor ini Indonesia hanya menang sekali dan dua kali kalah. Almaira dan kawan-kawan kalah 0-3 melawan India dan menang 3-0 dari Pakistan.

Indonesia mengumpulkan  4 poin dan berada di peringkat ketiga, sedangkan India dan Singapura di posisi pertama dan kedua dengan enam dan lima poin.

Pakistan berada di posisi keempat tak pernah menang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tenis meja putri Indonesia terhenti di fase grup

Pewarta: Donny Aditra
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.