Bagikan:
JAKARTA - Pendekatan menyeluruh ASEAN menjadi salah satu hal yang akan didorong oleh Indonesia dalam pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences (AMM/PMC ke-59) di Manila, Filipina pekan ini, selain engagement yang terus-menerus dengan Myanmar, serta menjaga sentralitas ASEAN.
Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, jelang pertemuan AMM/PMC yang akan dimulai besok.
Berbicara saat ditemui media di KBRI Manila Dubes Ina menekankan, Indonesia ingin adanya engagement yang terus-menerus antara ASEAN dengan Myanmar.
Sejak konflik internal terbaru pecah di pada tahun 2021, praktis Myanmar hanya diwakilkan oleh perwakilan non-politis dalam pertemuan-pertemuan penting ASEAN. Kendati, sejak tahun 2021 ASEAN juga memiliki Utusan Khusus untuk Myanmar yang dipegang secara bergantian oleh negara yang menjabat sebagai Ketua ASEAN.
"Engagement harus dipastikan ada, kita dorong engagement yang terus menerus, baik trilateral, maupun concern parties ataupun ASEAN secara keseluruhan, jelasnya, seperti dikutip, Senin (20/7).
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan Utsus Chair ASEAN," tandasnya.
Berikutnya, Dubes Ina mengatakan Indonesia akan mendorong pendekatan menyeluruh ASEAN terhadap sesuatu yang menjadi concern, tidak hanya berdasarkan pilar seperti yang selama ini terjadi.
ASEAN diketahui memiliki tiga pilar yang menjadi landasan Utama menopang terbentuknya Komunitas ASEAN, yakni Politik dan Keamanan (APSC), Ekonomi (MEA) dan Sosial Budaya (ASCC).
Dubes Ina mengatakan, Indonesia ingin ASEAN memiliki pendekatan menyeluruh, tidak lagi berdasarkan pilar, menyoroti krisis yang dihadapi lintas pilar, semisal Pandemi COVID-19 dan krisis yang ditimbulkan dari eskalasi di Kawasan Timur Tengah saat ini.
"Berpikirnya ASEAN sebagai komunitas. Karena pada faktanya Waktu pandemi isunya kesehatan, tetapi berkaitan juga dengan ekonomi dan politik kemanan," jelasnya, menambahkan situasi yang terjadi akibat krisis Selat Hormuz juga cross pillar.
"Jadi itu cross pillar whole ASEAN approach, supaya mendorong apa yang disebut oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, dynamic resilience, jadi kita tetap dinamis tetapi tetap berketahanan.
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah mendorong sentralitas ASEAN, terkait hubungan dengan negara mitra.
Dubes Ina mengumpamakan ASEAN sebagai "gadis cantik" di mana banyak pihak ingin bermitra dengan ASEAN.
Menurutnya, ini merupakan suatu tantangan dengan kondisi geopoltik saat ini memastikan ASEAN tetap menjadi pihak yang memutuskan "dengan siapa kita harus bermitra, siapa yang ingin dijadikan mitra strategis komprehensif."
Ini juga termasuk bagi organisasi regional, dengan sejauh ini sudah ada sejumlah organisasi kawasan yang tertarik bermitra dengan ASEAN.
"Jadi yang kita tekankan adalah bagaimana caranya ASEAN tetap harus menjaga sentralitas dan integritas, serta kesatuan ASEAN," tandasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+