ASEAN kecam kekerasan di Myanmar, tegaskan acuan Konsensus Lima Poin

calendar_today 24.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - ASEAN mengecam masih berlangsungnya kekerasan terhadap warga sipil di Myanmar dan menegaskan kembali Konsensus Lima Poin (5PC) tetap menjadi acuan utama dalam penyelesaian krisis politik di negara tersebut.

Sikap itu ditegaskan para menteri ASEAN dalam Komunike Bersama Pertemuan Menteri Luar Negeri usai 59th ASEAN Foreign Ministers’ Meeting di Manila, Filipina.

"Kami menegaskan kembali posisi bersama bahwa 5PC tetap menjadi acuan utama dalam mengatasi krisis politik di Myanmar serta kembali menegaskan keputusan-keputusan relevan dari para pemimpin ASEAN," bunyi komunike tersebut sebagaimana dikutip dari laman resmi ASEAN 2026 pada Jumat.

ASEAN juga mengecam tindakan kekerasan yang berdampak pada fasilitas publik serta mendesak seluruh pihak yang terlibat segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan tanpa pandang bulu, melindungi warga sipil, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa diskriminasi.

Selain menegaskan kembali implementasi 5PC, ASEAN menyambut baik kemajuan penyaluran bantuan kemanusiaan oleh AHA Centre sebagai pelaksanaan Poin Keempat 5PC.

Baca juga: ASEAN tegaskan penyelesaian sengketa harus dilakukan tanpa ancaman

ASEAN juga mengapresiasi dukungan dari negara-negara anggota, mitra eksternal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sektor swasta, serta para pemangku kepentingan di Myanmar karena telah memungkinkan AHA Centre memberikan respons kemanusiaan secara efektif.

Dalam komunike itu, ASEAN juga mencatat selesainya tiga tahap penyelenggaraan pemilihan umum di Myanmar beserta perkembangan selanjutnya.

Para menlu ASEAN juga membahas unsur-unsur untuk menilai kemajuan implementasi 5PC sebagai dasar dalam menentukan langkah lanjutan keterlibatan ASEAN dengan Myanmar.

Selain membahas Myanmar, ASEAN menyambut baik komitmen Kamboja dan Thailand untuk mempertahankan serta memperkuat gencatan senjata di sepanjang perbatasan kedua negara.

Baca juga: ASEAN harapkan kode etik Laut China Selatan rampung tahun ini

ASEAN menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan penuh Pernyataan Bersama Komite Perbatasan Umum Khusus Ketiga yang ditandatangani pada 27 Desember 2025, sebagai langkah penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan.

Sementara itu, terkait perkembangan di Semenanjung Korea, ASEAN menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan, termasuk lonjakan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) dan peluncuran rudal balistik oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).

"Kami menyampaikan keprihatinan serius atas meningkatnya uji coba rudal balistik antarbenua dan peluncuran rudal balistik oleh DPRK, serta meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea," demikian kata para menlu ASEAN.

ASEAN pun menyerukan agar DPRK mematuhi seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, serta mendorong dimulainya kembali dialog damai di antara seluruh pihak terkait.

Baca juga: Indonesia ajak Jepang dan ASEAN perkuat dukungan bagi Palestina

Baca juga: Indonesia ajak Inggris perkuat penanganan penipuan daring di ASEAN

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.