Kamis, 16 Juli 2026 - 16:16 WIB
Surabaya, VIVA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi berbagai langkah operasional sekaligus pengembangan infrastruktur sebagai solusi jangka panjang. Hal itu merespons upaya Pemerintah mempercepat langkah penanganan kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
Baca Juga
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan perusahaan telah melakukan koordinasi intensif bersama Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, KSOP, kepolisian, Gapasdap, INFA, dan asosiasi angkutan logistik guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha akibat kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada penanganan operasional harian, tetapi juga mempercepat penyelesaian akar persoalan melalui penguatan kapasitas layanan dan kolaborasi lintas sektor," ujar Heru, dikutip dari keterangannya, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga
Di lapangan, ASDP terus mengoptimalkan pola operasi kapal, memaksimalkan kapasitas armada, menyiapkan kantong parkir tambahan bagi kendaraan logistik agar antrean tidak meluas ke jalan nasional, serta mendorong pengguna jasa membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy untuk mengatur distribusi kedatangan kendaraan ke pelabuhan.
Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, ASDP juga menyiapkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk melalui pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge Dermaga 1, 2, dan 3 berkapasitas 50 ton yang ditargetkan rampung pada 2029. Pengembangan turut mencakup pembangunan akses penghubung Ketapang–Bulusan guna memperlancar arus kendaraan.
Baca Juga
Photo :
"ASDP siap menjalankan arahan pemerintah dan terus memperkuat layanan agar lintasan Ketapang–Gilimanuk semakin andal, aman, dan mampu mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat serta logistik nasional secara berkelanjutan," ujar Heru menandaskan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya, dalam pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7), disepakati sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memastikan kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di koridor penghubung Jawa–Bali tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif solusi yang akan dijalankan secara bertahap, mulai dari pembangunan dan optimalisasi dermaga, peningkatan kapasitas dermaga eksisting, pengoperasian kapal berukuran lebih besar, hingga optimalisasi pelabuhan pendukung seperti Jangkar, Tanjungwangi, serta pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara sebagai jalur alternatif pada periode puncak.
Halaman Selanjutnya
"Kepadatan kini tidak hanya terjadi saat musim libur, tetapi juga pada hari-hari biasa. Karena itu, kapasitas layanan harus segera ditingkatkan," ujar Dudy.