Bagikan:
JAKARTA - Tiga malam berturut-turut, Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan di Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan melakukan serangan lanjutan dengan sangat keras.
Berikut adalah perkembangan terkini diulas CNN, Selasa, 14 Juli.
- Dalam serangan yang dilancarkan Selasa dini hari WIB, militer AS menyatakan menghantam berbagai target di seluruh Iran, termasuk Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas. Jarak antara Bushehr dan Chabahar mencapai sekitar 620 mil (1.000 kilometer).
- Iran kemudian melancarkan gelombang serangan ke arah Bahrain. Kantor berita pemerintah Yordania, Petra, mengutip sumber militer yang menyatakan sistem pertahanan udara negara itu juga telah menembak jatuh empat rudal yang ditembakkan dari Iran.
- Sementara itu, di Selat Hormuz, kapal tanker melaporkan terkena hantaman rudal saat melintasi jalur selatan perairan tersebut yang menyusuri garis pantai Oman, menurut pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).
- Dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) terkena rudal Iran di bagian selatan perairan tersebut, yang menewaskan satu orang awak kapal, menurut keterangan Kementerian Pertahanan UEA. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan "menghantam dan melumpuhkan" apa yang mereka sebut sebagai dua "supertanker nakal."
- India memanggil wakil duta besar Iran menyusul tewasnya seorang pelaut asal India di Selat Hormuz pada Minggu.
- Militer AS akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
- Meskipun pertempuran kembali pecah dan AS menerapkan kembali sanksi, menteri perminyakan Iran menyatakan ekspor minyak negara itu akan "berjalan seperti biasa."
Seorang sumber keamanan senior di Teheran mengatakan kepada CNN, Iran akan memberikan "balasan yang sangat dahsyat" jika Presiden AS Donald Trump benar-benar melaksanakan ancamannya baru-baru ini untuk menyerang lokasi Pickaxe Mountain di Iran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+