
Arsenal menutup rangkaian pramusim dengan hasil imbang 1-1 kontra tim asuhan Cesc Fabregas. Lewis-Skelly membuka keunggulan The Gunners pada babak pertama.
Rumor transfer yang mengiringi Myles Lewis-Skelly dalam 24 jam terakhir mendapat respons menarik dari sang pemain. Bek muda Arsenal itu seperti memberikan jawabannya langsung di lapangan ketika mencetak gol dalam laga uji coba melawan Como.
Yang membuat gol tersebut semakin menarik adalah selebrasinya.
Setelah memanfaatkan kesalahan umpan Jean Butez dan melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti, Lewis-Skelly membuat gestur hati dengan kedua tangannya. Ia kemudian mengarahkannya ke empat penjuru tribun sebelum menepuk lambang Arsenal di dadanya.
Gestur itu seolah menjadi pesan bahwa dirinya masih ingin bertahan di klub yang sudah dibelanya sejak berusia delapan tahun.
Dalam beberapa hari terakhir, masa depan Lewis-Skelly memang sedang menjadi bahan pembicaraan. Chelsea dan Manchester United disebut telah mendapat kesempatan untuk merekrut pemain muda Arsenal tersebut.
BACA JUGA:
Namun, di tengah situasi itu, Lewis-Skelly justru tampil impresif di lini tengah.
Arsenal sendiri masih diperkirakan akan aktif di bursa transfer musim panas. Kehadiran Bruno Guimaraes dengan nilai transfer £75 juta juga membuat persaingan di lini tengah semakin berat.
Lewis-Skelly tampaknya tidak ingin larut dalam isu tersebut. Ia memilih menunjukkan kemampuannya di atas lapangan.
Arsenal tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan tinggi mereka membuat Como kesulitan membangun serangan dari belakang dan Butez beberapa kali melakukan kesalahan.
Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli sempat memperoleh peluang, tetapi keduanya belum mampu memanfaatkannya dengan baik. Sampai akhirnya kesalahan umpan Butez membuka ruang bagi Lewis-Skelly untuk mencetak gol.
Sayangnya, keunggulan Arsenal tidak bertahan sampai turun minum.
Como mencuri gol melalui aksi Martin Baturina. Pemain asal Kroasia itu melewati tekel Theo Julienne dan Max Dowman sebelum melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan Kepa Arrizabalaga.
Gol tersebut tercipta sesaat sebelum babak pertama berakhir.
Mikel Arteta kemudian melakukan perubahan besar setelah jeda. Bruno Guimaraes menjalani debutnya, sementara Martin Odegaard dan Viktor Gyokeres juga masuk ke lapangan.
Enam pergantian pemain lainnya dilakukan ketika pertandingan menyisakan sekitar 30 menit.
Dengan tambahan kualitas tersebut, Arsenal tetap kesulitan menciptakan banyak peluang bersih. Situasi ini terasa seperti kelanjutan dari masalah mereka pada musim lalu, ketika bola mati justru menjadi salah satu sumber ancaman terbesar.
Namun, tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
Laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti yang memang sudah direncanakan sebelumnya. David Raya tampil penting dengan melakukan dua penyelamatan dan membawa Arsenal berada dalam posisi menguntungkan.
Christos Tzolis kemudian sukses menjalankan tugasnya dari titik penalti dan memastikan kemenangan dalam adu penalti tersebut.
Arsenal sebelumnya datang dengan kebutuhan untuk memperbaiki performa setelah tidak menang dalam dua laga uji coba terakhir. Mereka kebobolan total enam gol saat menghadapi Real Betis dan Borussia Dortmund.
Melawan Como, perbaikannya terlihat dari tekanan tinggi dan performa Lewis-Skelly di lini tengah. Hasil akhir memang hanya 1-1, tetapi bagi pemain muda Arsenal itu, pertandingan tersebut menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa ia belum menyerah dalam persaingan tempat di skuad Arteta.