Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Dinas Pangan memantau secara rutin harga bahan pokok di pasaran sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga yang dapat memberatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Selatan Agustinur di Aceh Selatan, Rabu, mengatakan pengecekan harga bukan lagi insidental, melainkan sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) yang dilaksanakan setiap hari.
"Kami menugaskan seorang enumerator mengecek harga bahan pangan pokok di pasaran setiap hari, terutama di Pasar Inpres, yang merupakan pasar induk di Kabupaten Aceh Selatan," katanya.
Agustinur menyebutkan pihaknya menugaskan petugas enumerator Irayati SP mendata harga harian bahan pangan di Pasar Inpres. Data tersebut dimasukkan ke panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Pendataan ini untuk memastikan harga pangan stabil serta pasokan dan persediaan tetap mencukupi. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui perbandingan harga bahan pokok dari waktu ke waktu," katanya.
Dengan pemantauan tersebut, kata Agustinur, pemerintah daerah bisa lebih cepat mengambil kebijakan jika terjadi gejolak harga, seperti berkoordinasi dengan distributor, Bulog, hingga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Sementara itu, hasil pemantauan harga komoditas pangan di Pasar Inpres Tapak Tuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan relatif stabil. Harga beras premium Rp16.666 per kilogram, beras medium Rp15.622 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.600 per kilogram.
Sedangkan bawang merah Rp35 ribu per kilogram, bawang putih bonggol Rp35 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp53 ribu per papan, minyak goreng curah Rp18 ribu per liter, dan minyak goreng kemasan Rp23 ribu per liter.
"Harga cabai merah keriting dan daging ayam ras mengalami kenaikan dalam dua minggu terakhir. Harga cabai merah keriting biasanya Rp35 ribu, naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam ras, sebelumnya Rp38.200 menjadi Rp44.117 per kilogram," katanya.
Agustinur menyebutkan kebaikan harga cabai merah keriting dipengaruhi faktor cuaca dan keterlambatan distribusi. Sedangkan pasokan dan persediaannya dalam keadaan stabil.
"Hasil pengecekan persediaan beras, minyak goreng, dan gula, stoknya aman hingga dua bulan ke depan. Kami juga memastikan persediaan bahan pokok aman selama bulan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Agustinur.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.