Jakarta (ANTARA) - Kantor Berita ANTARA menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas belum ditemukannya pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, Senin (7/9).
"Kami menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam karena hingga saat ini Saudara Bagus Khoirunas belum ditemukan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh tim yang membantu proses pencarian, dan kami tetap bersama keluarga Bagus dalam menghadapi situasi yang berat ini," kata Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro di Jakarta, Kamis malam.
Virgandhi mengatakan sejak awal menerima informasi mengenai hilangnya kontak dengan Bagus, ANTARA terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung proses pencarian dengan berkoordinasi bersama tim operasi SAR gabungan, mendirikan pos koordinasi di Carita, Banten hingga mendampingi keluarga Bagus.
ANTARA juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perhubungan, rekan-rekan media, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung proses pencarian Bagus, katanya.
Baca juga: Keluarga dan warga tak henti gelar doa bersama operasi SAR jurnalis
“Kami sangat menghargai seluruh pihak yang sejak awal telah memberikan dukungan, dan bekerja tanpa mengenal lelah selama proses pencarian. Dukungan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Virgandhi.
Terkait langkah selanjutnya, kata dia, ANTARA akan mengikuti perkembangan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.
ANTARA juga menghormati secara penuh setiap keputusan yang nantinya diambil oleh pihak keluarga.
Selama menjalankan tugas di ANTARA, Bagus telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan tanggung jawab sebagai pewarta. Hal itu tercermin dalam karya-karya jurnalistiknya yang menjadi teladan sekaligus cerminan semangat dan kinerja pewarta ANTARA.
Baca juga: SAR jurnalis hari ke-10 kian diperluas hingga 8.509 NM persegi
"Kami sangat menghargai pengabdian, dedikasi, dan kontribusi Bagus selama menjadi bagian dari keluarga besar ANTARA," ujar Virgandhi.
Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Kelima pewarta foto tersebut melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk melakukan peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, mereka hilang kontak.
Selain kelimanya, dua kru speedboat yang ditumpangi para pewarta yakni Warta dan Surakman serta satu pemandu, Heriyanto juga masih dinyatakan hilang.
Baca juga: Operasi SAR gabungan jurnalis hilang di Selat Sunda dihentikan
Pewarta: Santosa
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.