Anggota Wantimpres Dorong Pengusaha Nasional Berani Jadi Inovator dan Ciptakan Lapangan Kerja

calendar_today 13.10.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Bambang Soesatyo, mendorong pengusaha nasional memperkuat posisi sebagai penggerak utama perekonomian Indonesia.

Di tengah persaingan global, disrupsi teknologi, dan derasnya arus produk impor, pengusaha nasional perlu memiliki kemampuan untuk menguasai pasar domestik, memperkuat kemampuan produksi, mengembangkan teknologi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri Rapat Kerja Nasional III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, pada Senin (12/10/2026).

"Indonesia harus kuat di rumahnya sendiri. Perekonomian nasional harus bertumpu pada pengusaha nasional, sehingga nilai tambah, kesempatan kerja, dan kesejahteraan yang tercipta dari besarnya pasar Indonesia bisa dinikmati oleh masyarakat kita sendiri. Semangat ini harus kita jaga, sekaligus kita wujudkan menjadi kekuatan usaha yang nyata," jelasnya.

Bambang mengatakan, tantangan pengusaha nasional semakin kompleks seiring perubahan struktur ekonomi dunia.

Baca Juga: Wantimpres RI Gelar Sidang Pleno Perdana, Bahas Usulan Pembagian Bidang Kerja

Persaingan kini tidak lagi ditentukan semata-mata oleh harga dan besarnya modal, tetapi juga oleh penguasaan teknologi, efisiensi produksi, kualitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta kemampuan membangun jaringan distribusi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai ratusan miliar dolar AS. Mencerminkan besarnya kebutuhan terhadap barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal dari luar negeri.

Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kapasitas industri nasional. Agar mampu menghasilkan produk berdaya saing, memperluas penggunaan komponen lokal, dan mengurangi ketergantungan berlebihan pada barang impor yang sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri.

"Pengusaha Indonesia harus berani menjadi produsen, inovator, pemilik teknologi, sekaligus pencipta lapangan kerja. Kalau kebutuhan masyarakat terus dipenuhi produk dari luar, sementara kemampuan produksi nasional tertinggal, maka besarnya pasar Indonesia justru akan lebih banyak menciptakan keuntungan bagi negara lain. Inilah pekerjaan rumah yang harus kita jawab bersama melalui penguatan industri, peningkatan produktivitas, dan keberpihakan kebijakan yang tepat kepada pengusaha nasional," Bambang menerangkan.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, penguatan pengusaha nasional juga berkaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan.