Andreeva dan Zheng berebut gelar juara China Open 2026

calendar_today 11.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Unggulan keempat Mirra Andreeva akan menghadapi Zheng Qinwen pada final tunggal putri China Open 2026 di Beijing, Minggu, untuk sama-sama membidik gelar juara melalui modal dan ambisi berbeda.

"Saya ingin menunjukkan permainan terbaik karena tahu betapa besar dukungan mereka," kata Zheng seperti dikutip laman WTA p[ada Minggu.

Andreeva mengincar gelar keempatnya pada 2026, sementara Zheng berambisi meraih gelar WTA pertamanya sejak juara di Tokyo pada 2024.

Final di antara mereka terjadi di Capital Group Diamond Court pukul 18.30 WIB, setelah partai final ganda.

Kedua petenis baru sekali bertemu pada perempat final China Open 2024 ketika Zheng berbalik menang 5-7, 6-0, 6-4 setelah kehilangan set pertama.

Zheng menilai pertandingan final akan berlangsung ketat karena dia dan lawannya berkembang lebih matang dalam dua tahun terakhir.

"Ini bukan pertandingan mudah, tetapi saya juga pemain tangguh, akan menjadi pertarungan yang berat," ujar Zheng.

Andreeva ke final setelah mengalahkan petenis Ceko Nikola Bartunkova dengan 6-2, 6-2 pada semifinal. Petenis berusia 19 tahun itu mencapai final kelimanya pada musim ini, setelah menjuarai Roland Garros, Adelaide, dan Linz, serta runner-up di Madrid.

Perjalanan Andreeva menuju final diawali dari kemenangan tiga set atas Yuan Yue, lalu mengalahkan Polina Kudermetova dan Daria Snigur dalam dua set, serta Ekaterina Alexandrova melalui dua set tie-break, 7-6(4), 7-6(3).

Kemenangan atas Bartunkova mengantarkan Andreeva mencapai 50 kemenangan sepanjang musim ini. Dia menjadi petenis termuda yang membuat pencapaian ini
sejak Caroline Wozniacki pada 2009.

Baca juga: Gauff ke semifinal US Open setelah kalahkan Andreeva

Sementara itu, Zheng melaju ke final setelah menundukkan unggulan ke-13 Elise Mertens 7-5, 6-2.

Petenis China itu mengawali turnamen dengan mengalahkan Shi Han, kemudian Anna Kalinskaya yang mengundurkan diri saat tertinggal 0-3 pada set penentuan, mengalahkan Marie Bouzkova dan Alina Charaeva.

Pada perempat final, Zheng menyingkirkan unggulan keenam Elina Svitolina dengan skor 6-3, 7-6(6).

Final tahun ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Zheng dan tenis China. Sejak China Open masuk kalender tur WTA pada 2004, belum pernah ada petenis China yang menjuarai turnamen tersebut.

Zheng juga menjadi petenis China pertama yang mencapai final.

Andreeva menilai Zheng pemain agresif yang bermain cepat dan terus menekan. "Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik di final," kata Andreeva.

Andreeva memenangi 10 set secara beruntun setelah kehilangan set pembuka turnamen. Dia juga mencatat 25 konversi break point di Beijing, sehingga total sepanjang musim mencapai 301, yang menjadikannya petenis pertama pada 2026 yang menembus angka tersebut.

Zheng menghabiskan 13 jam 33 menit di lapangan selama turnamen, menjadi petenis dengan waktu bertanding terlama dalam satu turnamen level tur sepanjang musim ini. Dia juga membuat 219 pukulan winner, melampaui catatan 210 winner dari Karolina Muchova di Wimbledon.

Andreeva diproyeksikan naik ke peringkat tiga dunia dalam pemeringkatan WTA yang diperbarui pada Senin (12/10). Ia juga memastikan tempat di WTA Finals di Indian Wells.

Zheng sendiri diproyeksikan kembali menembus 30 besar dunia setelah berada di peringkat 160 pada pertengahan Juni, berkat penampilan impresifnya sepanjang musim panas hingga awal musim gugur.

Baca juga: Janice Tjen terhenti di babak 16 besar Cincinnati Open

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.