Kamis, 8 Oktober 2026 12:10 WIB
Foto ini memperlihatkan peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone). (ANTARA/Xinhua/HO-Houthi Media Center)
Washington (ANTARA) - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi memperingatkan warga AS mengenai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan transportasi akibat situasi keamanan yang berkembang di negara tersebut.
Dalam pernyataan pada Rabu, kedutaan menyebut peringatan itu dikeluarkan di tengah ancaman terbuka kelompok Houthi terhadap bandara dan wilayah udara di Arab Saudi.
“Warga AS harus meningkatkan kewaspadaan. Warga AS perlu mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan,” kata kedutaan.
Kedutaan juga meminta warga AS memeriksa status penerbangan secara langsung kepada maskapai dan bandara sebelum melakukan perjalanan.
Misi diplomatik AS tersebut turut memperingatkan warga agar tidak mendekati perbatasan Arab Saudi dengan Yaman karena adanya risiko keamanan.
“Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi tidak diperbolehkan bepergian dalam jarak 20 mil atau 32 kilometer dari perbatasan Yaman karena risiko keselamatan,” demikian pernyataan tersebut.
Pegawai pemerintah AS juga memerlukan izin khusus untuk bepergian ke Provinsi Jizan, Asir, dan Najran, serta kota Qatif, Yanbu, dan Taif.
Bentrok antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali terjadi pada pertengahan Juli setelah jeda selama empat tahun.
Sejak saat itu, Houthi disebut berhasil menguasai seluruh pantai barat Laut Merah serta sejumlah kota di dekat Selat Bab al-Mandab.
Awal pekan ini, Houthi mengatakan telah menyerang bandara di Riyadh dan kota Abha di Arab Saudi bagian selatan, serta kilang minyak milik perusahaan minyak dan gas Arab Saudi, Saudi Aramco, di Jeddah.
Sumber: Sputnik-OANA
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026