Alasan Willie Salim Putuskan Berkhitan

calendar_today 25.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Keputusan kreator konten Willie Salim menjalani proses khitan menjadi perbincangan. Pendakwah Ustaz Derry Sulaiman memberikan penjelasan mengenai alasan di balik proses khitan Willie Salim yang dilakukan pada Kamis (24/9/2026).

Ustaz Derry Sulaiman mengungkapkan niat Willie Salim untuk berkhitan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Keinginan tersebut sudah disampaikan sejak setahun lalu setelah melihat adik angkatnya dikhitan.

"Jadi, Willie memang dari tahun lalu tuh sudah bilang samaku, dia pengin khitan, pengin sunat. Kan waktu tahun lalu tuh adik angkatnya, Rama, kan sunat di rumahku," kata Ustaz Derry Sulaiman saat dihubungi detikcom, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan khitan tersebut akhirnya terlaksana dalam persiapan yang sangat singkat. Tindakan khitan yang dilakukan oleh kreator kontan berusia 24 tahun itu dilakukan menggunakan metode laser.

"Satu kali ajakan langsung mau gitu, loh. Jadi rencananya cuma satu hari aja. Jadi dadakan," bebernya.

Lebih lanjut, Ustaz Derry Sulaiman menegaskan keputusan khitan ini berkaitan erat dengan proses Willie Salim yang tengah memperdalam ajaran agama Islam.

"Dia berkhitan dengan alasan lagi proses belajar Islam. Sekarang kan lagi belajar Al-Qur'an, belajar salat. Kan dia tahunya kalau orang salat ya itu kan harus bersih dari najis, dari semuanya, maka dia mau khitan," terangnya.

Setelah khitan selesai dilakukan, perayaan momen itu turut disiapkan untuk memberikan hiburan. Ustaz Derry Sulaiman sengaja merancang kejutan berupa acara arak-arakan untuk Willie Salim.

"Itu aku bikin aja, surprise aja. Ya kayak punya anak, anak lagi disunat kan kita pengin bikin senang anak," terang Ustaz Derry Sulaiman.

Momen syukuran tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan sosial. Willie Salim membagikan santunan kepada anak-anak yatim dan para tamu yang menghadiri acara tersebut.

"Bagi anak yatim seratus orang kurang lebih, semua yang hadir dapat juga semua saweran," pungkasnya.

(ahs/pus)